News / Politik / Berita
Pansus Angket KPK

Undang Puslabfor Polri, Pansus KPK Ingin Pastikan OTT di BPK Salahi Prosedur

akurat logo
Yudi Permana
Kamis, 14 September 2017 16:31 WIB
Share
 
Undang Puslabfor Polri, Pansus KPK Ingin Pastikan OTT di BPK Salahi Prosedur
RDPU Pansus Angket KPK dengan Puslabfor Polri. AKURAT.CO/Yudi Permana

AKURAT.CO, Ketua Pansus Hak Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan bahwa Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri ini berdasarkan hasil dari kunjungan Pansus ke BPK waktu diawal masa kerja.

"Pansus ini dalam menjalankan fungsi penyelidikan, kita mengunjungi BPK dan mendapatkan dokumen tersebut setelah dijelaskan bagaimana proses audit," kata Agun di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/9).

Dalam kunjungan ke BPK kala itu, Pansus Angket KPK menanyakan peristiwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang terjadi di lembaga audit keuangan. Sehingga pada akhirnya pihak BPK memberikan dokumen dan hasil rekaman CCTV.

Diketahui KPK melakukan OTT terhadap auditor BPK dalam kasus pemberian opini WTP  pada Kemendes beberapa waktu lalu.

"Pansus menanyakan bagaimana sebetulnya waktu terjadinya peristiwa OTT di BPK. Rupanya BPK punya rekaman CCTV yang sudah disampaikan kepada kita," ucapnya.

Atas dasar hal itu, Pansus pada hari ini melakukan pengkajian dan pendalaman dengan mengundang Kepala Puslabfor Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Alexander untuk meminta penjelasannya.

"Tentu hasilnya seperti apa yang kita miliki, pansus harus mendalami. Tidak mungkin dibiarkan begitu saja," ujarnya.

Karena, lanjut Agun, salah satu yang menjadi keinginan Pansus itu bahwa terminologi OTT harus berdasarkan prosedur dan mekanisme yang sudah diatur dalam Undang-undang (UU).

"Ke depan yang namanya terminologi OTT itu, prosedur dan mekanismenya harus benar, karena jangan sampai nanti persoalan-persoalan ini tidak terselesaikan dengan baik," tuturnya.

Sehingga menurut dia, jika nanti terjadi OTT kembali dan sebagainya, orang-orang sudah memahami dan mengetahui mekanisme segala macam.

"Oleh karena itu terkait dengan yang di BPK ini Pansus berkepentingan untuk mengetahui," cetusnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Pansus bukan anti terhadap OTT, maka silahkan KPK tetap menjalan OTT.

"Bukan kita anti (OTT). Silahkan saja OTT jalan terus, nggak ada masalah buat kita," tegasnya.

Sementara itu ketika ditanya, apakah ada kesalahan prosedur (OTT) yang dilakukan KPK, dengan yang ada di rekaman CCTV. Politisi Golkar ini enggan membeberkan terkait peristiwa OTT di BPK.

"Tentunya nanti yang bisa tahu kan bagaimana dari Puslabfor Polri yang akan menjelaskan," tandasnya. []


Editor. Ainurrahman

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Tak Hanya Alutsista, 18 Ribu Personel TNI Bakal Meriahkan HUT ke-72

Sabtu, 23 September 2017 16:05 WIB

Dalam pelaksanaan HUT ke-72, TNI juga akan mengundang tokoh-tokoh masyarakat, alim ulama dan 1000 pelajar-pelajar teladan.


Video Klip Long As I Get Paid Milik Agnez Mo Tuai Pujian

Sabtu, 23 September 2017 16:03 WIB

Agnez Monica rilis video klip Long As I Get Paid


Malam Ini, Kecamatan Pekanbaru Nobar Film G30S/PKI

Sabtu, 23 September 2017 16:00 WIB

Maskur menambahkan, dengan adanya pemutaran film ini, generasi muda tahu akan sejarah bangsanya, khususnya pemberontakan komunis.


Marquez Pimpin FP3, Rossi Tembus 10 Besar

Sabtu, 23 September 2017 15:58 WIB

Marquez pun berhasil merebut catatan waktu tercepat.


Dianggap Lemahkan KPK, ICW Minta DPR Cukup Gelar RDP

Sabtu, 23 September 2017 15:53 WIB

"Yang dilihat dalam OTT bukanlah berapa kerugian negara. Yang dilihat siapa aktor yang melakukan," kata Tama.


Warga Mukomuko Tolak Dana PKH, Ada Apa?

Sabtu, 23 September 2017 15:52 WIB

Sebanyak 4.300 orang warga setempat yang tersebar di sejumlah kecamatan di daerah itu terdaftar sebagai penerima PKH dari pemerintah pusat


Begini Kronologi Percobaan Pencurian di Rumah Raffi Ahmad

Sabtu, 23 September 2017 15:50 WIB

Diduga pelaku masuk ke dalam rumah Raffi melalui pintu depan yang tidak dikunci.


Sering Peras Masyarakat di GBK, Juru Parkir Liar Ditangkap Polisi

Sabtu, 23 September 2017 15:47 WIB

Dari tangan kelima pelaku, dirinya mengamankan uang sebesar Rp45.000.


Jadi Tersangka Pembunuh Dini, Peri Diberhentikan dari Mitra Grab

Sabtu, 23 September 2017 15:46 WIB

Mediko menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan pengguna aplikasi Grab akan tetap menjadi prioritasnya.


Ambil Rekam Medis Setnov, Henry Yoso: KPK Kebablasan Lagi

Sabtu, 23 September 2017 15:42 WIB

"Kok seenaknya aja diambil oleh sama KPK, itu (rekam medis) kan rahasia pasien yang dilindungi Undang-Undang (UU) Kesehatan"


Han Bo Bae Ungkap Kecintaannya pada TWICE

Sabtu, 23 September 2017 15:36 WIB

Han Bo Bae yang baru-baru ini membintangi drama KBS2 "School 2017" mengungkapkan bahwa dia adalah penggemar berat TWICE.


Rumah Raffi Ahmad Disatroni Maling

Sabtu, 23 September 2017 15:34 WIB

Kediamannya yang berlokasi di Perumahan Green Andara Kav. A1 Nomor 4-6 Jati Baru, Cinere, Depok, Jawa Barat disatroni maling.


Pemprov Papua Bakal Seleksi 215 Orang untuk Magang ke Jepang

Sabtu, 23 September 2017 15:31 WIB

Sebanyak 215 orang ini sekarang sedang mengikuti kursus matematika dasar dan bahasa Jepang di Biak


Ini Alasan Lagu Genjer-genjer jadi Latar Film G30S PKI

Sabtu, 23 September 2017 15:21 WIB

Jajang C Noer tidak mengetahui kalau lagu tersebut sudah menjadi bagian dari PKI.


Mentan Ingin Regopantes Jadi Percontohan Nasional

Sabtu, 23 September 2017 15:16 WIB

Regopantes.com harus diangkat dan diintegrasikan sehingga petani sejahtera, pedagang untung, pembeli tersenyum