Wawancara Psikolog Timnas Indonesia U-16

"Mental Ideal Timnas U-16 Tak Bisa Tercipta dalam Tiga Bulan"

akurat logo
Agung Nugroho
Kamis, 14 September 2017 12:57 WIB
Share
 
Psikolog olahraga, Asti Saraswati, baru dipekerjakan Timnas Indonesia U-16 menjelang Kualifikasi Piala Asia 2018.. (Foto: Linked-In/Asti Saraswati).

AKURAT.CO, Menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-16 2018 di Thailand, 16-29 September mendatang, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), memanggil seorang psikolog untuk memberikan pendidikan mental Tim Nasional Indonesia U-16.

Asti Saraswati, demikian nama psikolog tersebut, dipercaya untuk mendidik calon pemain Timnas Indonesia masa depan. Akurat.co berkesempatan untuk mewawancarai pemilik gelar Magister Psikologi Olahraga dari Universitas Indonesia ini di sela pelepasan Timnas Indonesia U-16 ke Thailand di Cijantung, Jakarta, Rabu (13/9).

Dalam kesempatan ini, Asti berbicara tentang perlakuan terhadap remaja berusia 15-16 tahun, waktu yang dibutuhkan untuk mendidik mental daya saing pemain, dan pernyataan Ketua Umum PSSI tentang Thailand sebagai lawan terberat di Kualifikasi Piala Asia. Berikut petikannya:

Sudah berapa lama tim psikologi bekerja untuk Timnas U-16?

Kebetulan saya baru mulai dari hari Selasa (12/9) kemarin. Ya seminggulah kira-kira sampai besok (Kamis 14/9 pukul 09.00 WIB) berangkat. Seminggu lebih sedikit. Memang idealnya sebenarnya lebih, karena ada beberapa hal (di mana) saya (harus) mendampingi tapi setidaknya saya akan mendampingi mereka sampai selesai tanding nanti.

Tim psikologi ada beberapa orang?

Saya sendiri, kebetulan.

Dari hari Selasa sampai Kamis sudah mengajarkan apa saja?

Lebih kepada kegiatannya. Pertama saya melakukan assessment individu, yang merupakan pengenalan diri. Bagaimana mereka mengenalkan diri mereka sendiri. Apa sih yang mereka suka, apa kekuatan dan apa yang menjadi kelemahan mereka karena itu sebagai modal dasarnya mereka dulu. Dan setelah itu ada sesi kelas. Jadi lebih kepada menguatkan tim kelompok, menguatkan timnya sendiri, di mana mereka membuat kesepakatan bersama “apa sih yang kira-kira bisa membuat tim ini menjadi sukses”, lebih kepada diskusi dan tanya jawab.

Skuat Tim Nasional Indonesia U-16 dalam pelepasan ke Kualifikasi Piala Asia U-16 2018 di Cijantung, Jakarta, Rabu (13/9). (Foto: Akurat.co/Handaru M Putra).

Di luar negeri atlet diajarkan bagaimana cara menghadapi media, bagaimana dengan di sini?

Idealnya memang seperti itu, dan pastinya itu membutuhkan waktu. Tapi karena saya waktunya kebetulan cuma ada seminggu jadi kita lebih kepada skala prioritas, “mana sih yang harus duluan dulu yang harus diajarin.” Semoga kita bisa lolos grup nanti. Misalnya sudah lolos, dalam satu tahun ke depan menuju Oktober nanti semua itu pastinya ada dalam di program saya, termasuk mengatasi media, menjawab pertanyaan, dan sebagainya.

Cara diskusi kemarin sih sebagian sudah ada tugas kelompok kan, pada belajar ngobrol dan ngomong di depan. Dari sikap berdiri, menatap orang, ‘gitu-gitu. Dan sebenarnya bukannya mereka nggak bisa, tetapi itu kan perlu dilatih untuk semakin sering ngomong, semakin presentasi, semakin pede.

Biasanya kapten yang angkat bicara, apakah kapten tim ini sudah lebih dari yang lain edukasinya?

Kemarin sih saya sampai satu tim yah. Hampir satu tim semua sudah kebagian ngomong. Kedua memang masih pemalu, tapi itu butuh proses.

Masih pemalu?

Wajarlah baru pertama kali. Tapi kalau memang udah diginiin mereka all out semua.

Ketua Umum PSSI mengatakan Timnas Indonesia sebelumnya gagal karena labil, bagaimana menurut Anda?

Sebenarnya ‘gini yah, kalau kita bicara anak umur lima belas pada umumnya, labil itu wajar, dalam arti kita dalam umur lima belas juga labillah. Dan itu memang butuh waktu, dan tentunya butuh proses. Itulah kenapa pendidikan usia dini yang dibutuhkan itu adalah lebih kepada durasinya, durasi kebersamaan. Kita tidak bisa menciptakan dalam waktu tiga bulan, lima bulan, itu nggak mungkin. Tapi kalau latihan bersama yang dalam waktu yang lebih lama dalam waktu setahun, atau setahun lebih, maka itu akan lebih menyerap.

Karena sebagaimana proses pendidikan, pendidikan dasar itu memang harus dimatengin banget. Sama aja kayak kita pendidikan akademis, kita basic SD yang harus enam tahun. Begitu pula juga dengan ini. Jadi memang sebetulnya PR-nya ada di grassroot itu sendiri. Tadi seperti diskusi sama coach Danurwindo bahwa memang yang lagi (direncanakan) untuk ke depannya memang dari PSSI memang mau di-geber-nya dari grassroot-nya yang harus dikuatin.

Pelatih Tim Nasional Indonesia U-16, Fakhri Husaini. (Foto: Akurat.co/Handaru M Putra).

Untuk pertandingan melawan Thailand nanti, apakah ada edukasi untuk menghadapi beban karena mereka memiliki level berbeda dengan Indonesia?

Beban itu sudah pasti. Tetapi memang kebetulan coach Fachri Husaini juga menekankan bahwa kita harus membuat semua itu memiliki beban yang sama. Jadi jangan seakan-akan jadi sangat bahaya kalau kita menganggap Thailand lebih berat.

Berarti bahaya dong pernyataan Ketua Umum PSSI soal Thailand sebagai tim terberat?

Kalau misalnya Thailand paling berat, menjadi mengabaikan negara yang lain, yang siapa tahu mereka berlatih sama kerasnya. Jadi coach Fachri menekankan bahwa semuanya sama beratnya. Jadi kita sama aware-nya, sama habis-habisannya, sama itunya, sehingga empat pertandingan ini harus all-out semua.[]


Editor. Hervin Saputra

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Pemkot Sukabumi Ajak Pemuda Jadi Petani

Sabtu, 23 September 2017 16:24 WIB

Regenerasi petani sangat lambat, bahkan sangat minim kaum muda yang memilih menjadi petani


Pengunjung Bisa Rasakan Pengalaman Tunggangi Kuda Besi di BURTOR 2017

Sabtu, 23 September 2017 16:22 WIB

Acara ini menawarkan 15 rangkaian kegiatan untuk dinikmati para pengunjung.


Jadwal 5 Liga Top Eropa Akhir Pekan Ini

Sabtu, 23 September 2017 16:21 WIB

Mereka akan berjuang mati-matian untuk memperebutkan tiga poin yang penting.


Indonesia Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perdamaian Dunia

Sabtu, 23 September 2017 16:17 WIB

"Kita harus lebih mendengarkan suara mereka. Kita harus bijak memenuhi kebutuhan mereka"


Ibu Muda 6 Anak Ini Bagikan Tips Agar Cepat Hamil

Sabtu, 23 September 2017 16:10 WIB

Seorang ibu muda bernama Krechelle Carter yang berusia 27 tahun ini memberikan tips kesuburan agar cepat hamil.


Pangkas Distribusi Pertanian Lewat Aplikasi Regopantes.com

Sabtu, 23 September 2017 16:08 WIB

Aplikasi regopantes.com merupakan alat atau alternatif cara petani mendapatkan harga yang lebih pantas


Arsul: Tak Semua Anggota DPR Benci KPK

Sabtu, 23 September 2017 16:07 WIB

Pernyataan Arsul menjawab kritik yang dilontarkan peneliti ICW.


Tak Hanya Alutsista, 18 Ribu Personel TNI Bakal Meriahkan HUT ke-72

Sabtu, 23 September 2017 16:05 WIB

Dalam pelaksanaan HUT ke-72, TNI juga akan mengundang tokoh-tokoh masyarakat, alim ulama dan 1000 pelajar-pelajar teladan.


Video Klip Long As I Get Paid Milik Agnez Mo Tuai Pujian

Sabtu, 23 September 2017 16:03 WIB

Agnez Monica rilis video klip Long As I Get Paid


Malam Ini, Kecamatan Pekanbaru Nobar Film G30S/PKI

Sabtu, 23 September 2017 16:00 WIB

Maskur menambahkan, dengan adanya pemutaran film ini, generasi muda tahu akan sejarah bangsanya, khususnya pemberontakan komunis.


Marquez Pimpin FP3, Rossi Tembus 10 Besar

Sabtu, 23 September 2017 15:58 WIB

Marquez pun berhasil merebut catatan waktu tercepat.


Dianggap Lemahkan KPK, ICW Minta DPR Cukup Gelar RDP

Sabtu, 23 September 2017 15:53 WIB

"Yang dilihat dalam OTT bukanlah berapa kerugian negara. Yang dilihat siapa aktor yang melakukan," kata Tama.


Warga Mukomuko Tolak Dana PKH, Ada Apa?

Sabtu, 23 September 2017 15:52 WIB

Sebanyak 4.300 orang warga setempat yang tersebar di sejumlah kecamatan di daerah itu terdaftar sebagai penerima PKH dari pemerintah pusat


Begini Kronologi Percobaan Pencurian di Rumah Raffi Ahmad

Sabtu, 23 September 2017 15:50 WIB

Diduga pelaku masuk ke dalam rumah Raffi melalui pintu depan yang tidak dikunci.


Sering Peras Masyarakat di GBK, Juru Parkir Liar Ditangkap Polisi

Sabtu, 23 September 2017 15:47 WIB

Dari tangan kelima pelaku, dirinya mengamankan uang sebesar Rp45.000.