Soal Penataan Stasiun Bogor, Wali Kota dan Wakilnya Beda Pendapat

akurat logo
Rizky Dewantara
Kamis, 14 September 2017 12:22 WIB
Share
 
Soal Penataan Stasiun Bogor, Wali Kota dan Wakilnya Beda Pendapat
Stasiun Bogor.

AKURAT.CO, Rencana penataan kawasan Stasiun Bogor menjadi Transit Oriented Development (TOD) menuai perbedaan pendapat antara Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor. 

Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman menganggap, jika memang Kawasan Stasiun Bogor jadi dikembangkan, maka kegiatan tersebut bakal melanggar tata ruang yang ada.

"Yang paling ideal itu adalah kawasan Sukaresmi, kalau kawasan Stasiun (Bogor) di kembangkan adalah sangat-sangat melanggar tata ruang yang ada,” ujarnya, Kamis (14/9).

Masih kata dia, ada beberapa alasan yang menyatakan bahwa pengembangan kawasan Stasiun Bogor melanggar tata ruang. Seperti, orientasi pengembangan kawasan sudah tidak lagi berpusat di tengah Kota.

“Saya orang yang tidak setuju kawasan Stasiun dijadikan pusat pertumbuhan. Yang dibutuhkan adalah penataan kawasan dengan optimalisasi fungsi-fungsi yang telah ada, tanpa rencana yang ada. Kondisi saat ini aja sudah sangat krodit,” tegasnya.

Menurutnya kawasan Stasiun Bogor dan sekitarnya perlu dipegang kokoh keberadaanya. “Harus dipegang kokoh tidak boleh dilanggar, kalau ini dipaksakan maka kawasan Stasiun Bogor akan menjadi kawasan terparah di Kota Bogor,” bebernya.

Politisi Partai Demokrat itu mengungkapkan, kondisi eksisting kawasan Stasiun Bogor yang terbilang krodit, menolak pengembangan kawasan Stasiun Bogor.

Sementara itu, enanggapi hal ini Wali Kota Bogor Bima Arya mengakui bahwa memang banyak catatan untuk merealisasikan pengembangan kawasan Stasiun Bogor. Sehingga, tidak bisa serta merta melakukan pembangunan.

Banyak catatan kami untuk program penataan Stasiun ini. Tidak bisa dibangun begitu saja. Saya setuju dengan Pak Wakil. Saya sampaikan catatan-catan dan prasyarat dari Pemkot langsung ke Menhub dan Mentri BUMN,” akunya.

Bima juga menjelaskan, beberapa catatan itu seperti kajian analisis dampak lalu-lintas (amdal lalin) dan transportasi harus disusun bersama, meminta dibangunkan underpass dan park and ride di kawasan tersebut, percepatan pembangunan Stasiun Sukaresmi, serta percepatan sistem Bus Rapid Transit (BRT). 

“Mentri BUMN dan Menhub menyatakan siap. Kawasan stasiun tidak bisa dibiarkan semrawut. Program ini akan mempercepat penataan. Karena ada akselerasi di semua aspek. Kuncinya adalah di kajian yang dilakukan agar matang,” terangnya.

Menurut Bima Kementerian BUMN Juga akan membantu program konversi angkot ke bus, terutama di koridor sekitar Stasiun. Caranya, dengan melakukan kerjasama antara Bank BUMN dengan badan hukum yang siap beroperasi di koridor yang melintas di area Stasiun. 

“Ini hasil pembicaraan khusus saya Menhub dan Mentri BUMN. Minggu depan kita akan ekspose rencama detail kepada publik percepatan penataan kawasan tersebut. Karena rencananya tanggal 5 Oktober akan diresmikan untuk dimulai oleh Presiden di Stasiun Bogor,” tuntasnya.[]


Editor. Melly Kartika Adelia

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Berikut 5 Fakta Menarik tentang Sharapova

Kamis, 21 September 2017 20:50 WIB

Berikut lima fakta menarik tentang Maria Sharapova menurut pantauan Akurat.co.


Gubernur: Bali Siap Menghadapi Kemungkinan Terburuk

Kamis, 21 September 2017 20:49 WIB

Persiapan menghadapi hal terburuk sudah dilakukan seluruh elemen masyarakat Bali


Tak Dipakai Chelsea, Costa Balik ke Atletico

Kamis, 21 September 2017 20:48 WIB

Diego Costa akan segera kembali ke Atletico.


Ditahan Imbang Barito, Persipura Tempel Bali United

Kamis, 21 September 2017 20:42 WIB

Gol dari Persipura Jayapura ke gawang Barito Putera terjadi pada menit ke-30 melalui gol bunuh diri defender Dandi Maulana Abdulhak.


Pamela Anderson Kagumi Jurnalis, Bekas Bek Milan Cemburu

Kamis, 21 September 2017 20:40 WIB

Rami cemburu karena Pamela Anderson kagumi sosok jurnalis.



Tenda Bantuan Indonesia untuk Etnis Rohingya Kokoh Berdiri di Bangladesh

Kamis, 21 September 2017 20:33 WIB

Cuaca yang cerah sejak pagi hari membuat pemasangan tenda berjalan dengan lancar.


Persiba Kembang Biakkan Tren Negatif Semen Padang

Kamis, 21 September 2017 20:32 WIB

Gol Srdjan Lopicic ke gawang Semen Padang pada menit ke-45'+2 membuat kemenangan kelima Persiba Balikpapan dari 25 pertandingan.


Harga Sawit di Mukomuko Masih Lebih Rendah Dibanding Daerah Lain

Kamis, 21 September 2017 20:31 WIB

Pengumpul buah sawit di daerah tersebut membeli sawit petani setempat sebesar Rp1.200/kg hingga Rp1.300/kg


Kemasan Tak Menarik Bikin Produk UMKM Kurang Menjual

Kamis, 21 September 2017 20:21 WIB

Untuk kualitas dan rasa produk UMKM Indonesia tidak kalah dari negara lain, namun hanya kemasannya saja yang kurang


Bawaslu: 10 Daerah Belum Bahas NPHD untuk Pilkada 2018

Kamis, 21 September 2017 20:20 WIB

Abhan tidak menyebutkan daerah apa saja dari 10 kabupaten/kota yang belum menyerahkan dan membahas NPHD itu


Ribuan Orang Ikuti Pawai di Banjarbaru, Peringati Tahun Baru Islam

Kamis, 21 September 2017 20:17 WIB

Kami bangga karena peringatan 1 Muharam di Kecamatan Cempaka sangat terasa karena adanya pawai yang diikuti ribuan peserta.


Lulusan S-3 ITB Pecahkan Rekor Doktor Termuda

Kamis, 21 September 2017 20:07 WIB

Mahasiswa S-3 Kimia ITB Grandprix Thomryes Marth Kadja menjadi sarjana doktor muda di Indonesia


Bantul Bakal Gelar Operasi HET Beras

Kamis, 21 September 2017 20:06 WIB

Bulog DI Yogyakarta mengklaim sudah menyerap beras dari petani sebesar 70-100 ton per hari terhitung mulai Agustus lalu.


Pelaku Perbankan dan Pasar Modal Prediksikan Suku Bunga Acuan BI Tetap

Kamis, 21 September 2017 20:02 WIB

Diperkirakan BI akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya di level 4,50% setelah memangkas suku bunga acuan pada bulan lalu.