News / Hukum / Berita

KPK Pelajari Surat yang Dilayangkan Setya Novanto

akurat logo
Yudi Permana
Rabu, 13 September 2017 22:31 WIB
Share
 
KPK Pelajari Surat yang Dilayangkan Setya Novanto
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. AKURAT.CO

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempelajari surat yang dilayangkan Ketua DPR RI Setya Novanto, terkait permintaan perihal penundaan proses penyidikan dan pemeriksaan dalam kasus dugaan korupsi e-KTP. Pasalnya pihak Novanto (sapaan akrabnya) sedang menghadapi sidang prapradilan yang telah diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

"Surat tersebut sudah kita terima, tentu perlu dipelajari terlebih dahulu oleh pimpinan, dan kami secara internal," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Rabu (13/9).

Ia mengatakan, terkait surat tersebut, KPK akan mencermati, dan melakukan pembahasan, karena perihal suratnya itu adalah aspirasi atau pengaduan masyarakat.

"Bagaimana prosesnya sampai surat itu keluar, dan apakah itu keputusan bersama di DPR, tentu itu bukan domain KPK untuk menanggapi. Saya kira itu lebih tepat mengacu pada proses yang ada di DPR," ucapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, posisi KPK dalam kaitan kasus Setya Novanto saat ini, adalah proses hukum yang akan terus berjalan, dan juga surat yang diterima itu akan dipelajari.

"Kami lebih pada posisi kurang lebih dua hal, yang pertama proses hukum akan terus berjalan. Kami hormati proses praperadilan tersebut, dan secara paralel penyidikan tetap kami lakukan. Yang kedua surat yang kami terima ini tentu akan kami pelajari," tuturnya.

Febri menegaskan bahwa proses praperadilan merupakan proses yang terpisah dengan proses penyidikan.

"Sampai dengan hari ini kami masih agendakan pemeriksaan terhadap saksi untuk tersangka Setya Novanto (SN). Dan surat panggilan berikutnya juga sudah kita sampaikan pada tersangka untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," tegasnya.

Pihaknya, lanjut dia, telah mengharapkan pada saat dijadwalkan kembali, Setya Novanto untuk hadir menjalani pemeriksaan di KPK.

"Tentu kami berharap yang bersangkutan sudah sehat, dan penuhi panggilan yang sudah kami layangkan," ujar Febri.

Selain itu ia menyatakan bahwa KPK telah menerima surat dari DPR RI, tertanggal 12 September 2017 perihal aspirasi atau pengaduan masyarakat.

Surat itu ditujukan pada Ketua KPK dan ditembuskan pada sejumlah pihak, yaitu pimpinan DPR RI, pimpinan Komisi III, dan pihak pengadu.

"Jadi kalau dibaca dari isi surat ini, pihak DPR dalam hal ini ditandatangani oleh Wakil Ketua DPR Bapak Fadli Zon, menyampaikan bahwa sebelumnya saudara Setya Novanto sebagai pihak pengadu, sebagai masyarakat itu mengirimkan surat pada DPR agar kemudian DPR menyampaikan surat kepada KPK atau menyampaikan permohonan yang disampaikan oleh Setya Novanto tersebut kepada KPK," tuturnya.

Ia juga menyatakan bahwa surat itu terkait dengan dua hal, yaitu proses praperadilan yang sedang berjalan, dan juga proses penyidikan yang juga sedang berjalan di KPK.

"Jadi isi surat pada pokoknya pimpinan DPR atau Wakil Ketua DPR RI atau Korpolkam menerima surat dari saudara Setya Novanto pada 7 September 2017 perihal pemberitahuan proses hukum praperadilan dan pemeriksaan oleh KPK atas nama Setya Novanto," kata Febri.

Dalam surat tertanggal 7 September tersebut, kata Febri, dikemukakan sekitar empat poin yang secara umum terkait proses praperadilan yang sudah didaftarkan dan diagendakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan proses pemeriksaan yang sedang berjalan di KPK.

"Kemudian dalam surat tertanggal 7 September tersebut, pada poin 4 juga disebutkan bahwa terkait dengan surat panggilan KPK pada 6 September 2017 kepada saudara Setya Novanto, sebagai warga masyarakat Setya Novanto menghormati proses hukum dan selalu taat dengan proses itu," ucap Febri.

Selanjutnya, kata Febri, Setya Novanto memohon pada pimpinan DPR RI untuk menyampaikan surat pemberitahuan pada KPK tentang langkah praperadilan tersebut dan melakukan penundaan pemeriksaan kepada Setya Novanto.

Sebelumnya seperti diketahui, KPK telah menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan KTP berbasis nomor induk kependudukan secara nasional (KTP-E) tahun 2011-2012 pada Kemendagri pada 17 Juli 2017.

KPK menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka karena diduga dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena kedudukannya atau jabatannya sehingga diduga mengakibatkan kerugian negara sekurang-kurangnya Rp2,3 triliun dari nilai paket pengadaan sekitar Rp5,9 triliun dalam paket pengadaan KTP-e pada Kemendagri.

Setnov disangka melanggar pasal 2 ayat (1) atas pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. []


Editor. Ainurrahman

Sumber. Antara

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Marketing Inter: Hadiahi Pemain Bintang dengan Model Seksi

Kamis, 21 September 2017 21:01 WIB

Inter Milan memberikan hadiah kepada Mauro Icardi pada penampilan ke-150.


Ribuan Peserta Dimulai dari Pelajar dan ASN Ramaikan Pawai Tahun Baru Islam

Kamis, 21 September 2017 20:57 WIB

Pada kegiatan tersebut, rombongan pawai ada yang berjalan kaki, menggunakan kendaraan hias, mulai dari motor, becak motor (bentor) dan mobil


Berikut 5 Fakta Menarik tentang Sharapova

Kamis, 21 September 2017 20:50 WIB

Berikut lima fakta menarik tentang Maria Sharapova menurut pantauan Akurat.co.


Gubernur: Bali Siap Menghadapi Kemungkinan Terburuk

Kamis, 21 September 2017 20:49 WIB

Persiapan menghadapi hal terburuk sudah dilakukan seluruh elemen masyarakat Bali


Tak Dipakai Chelsea, Costa Balik ke Atletico

Kamis, 21 September 2017 20:48 WIB

Diego Costa akan segera kembali ke Atletico.


Ditahan Imbang Barito, Persipura Tempel Bali United

Kamis, 21 September 2017 20:42 WIB

Gol dari Persipura Jayapura ke gawang Barito Putera terjadi pada menit ke-30 melalui gol bunuh diri defender Dandi Maulana Abdulhak.


Pamela Anderson Kagumi Jurnalis, Bekas Bek Milan Cemburu

Kamis, 21 September 2017 20:40 WIB

Rami cemburu karena Pamela Anderson kagumi sosok jurnalis.



Tenda Bantuan Indonesia untuk Etnis Rohingya Kokoh Berdiri di Bangladesh

Kamis, 21 September 2017 20:33 WIB

Cuaca yang cerah sejak pagi hari membuat pemasangan tenda berjalan dengan lancar.


Persiba Kembang Biakkan Tren Negatif Semen Padang

Kamis, 21 September 2017 20:32 WIB

Gol Srdjan Lopicic ke gawang Semen Padang pada menit ke-45'+2 membuat kemenangan kelima Persiba Balikpapan dari 25 pertandingan.


Harga Sawit di Mukomuko Masih Lebih Rendah Dibanding Daerah Lain

Kamis, 21 September 2017 20:31 WIB

Pengumpul buah sawit di daerah tersebut membeli sawit petani setempat sebesar Rp1.200/kg hingga Rp1.300/kg


Kemasan Tak Menarik Bikin Produk UMKM Kurang Menjual

Kamis, 21 September 2017 20:21 WIB

Untuk kualitas dan rasa produk UMKM Indonesia tidak kalah dari negara lain, namun hanya kemasannya saja yang kurang


Bawaslu: 10 Daerah Belum Bahas NPHD untuk Pilkada 2018

Kamis, 21 September 2017 20:20 WIB

Abhan tidak menyebutkan daerah apa saja dari 10 kabupaten/kota yang belum menyerahkan dan membahas NPHD itu


Ribuan Orang Ikuti Pawai di Banjarbaru, Peringati Tahun Baru Islam

Kamis, 21 September 2017 20:17 WIB

Kami bangga karena peringatan 1 Muharam di Kecamatan Cempaka sangat terasa karena adanya pawai yang diikuti ribuan peserta.


Lulusan S-3 ITB Pecahkan Rekor Doktor Termuda

Kamis, 21 September 2017 20:07 WIB

Mahasiswa S-3 Kimia ITB Grandprix Thomryes Marth Kadja menjadi sarjana doktor muda di Indonesia