News / Hukum / Berita

Pukat UGM Kritik Pernyataan Jaksa Agung Soal Wewenang Penuntutan KPK

akurat logo
Ridwan Anshori
Rabu, 13 September 2017 19:46 WIB
Share
 
Pukat UGM Kritik Pernyataan Jaksa Agung Soal Wewenang Penuntutan KPK
Pukat UGM Yogyakarta saat memberikan keterangan pers seputar pernyataan Jaksa Agung. AKURAT.CO

AKURAT.CO, Jaksa Agung M Prasetyo memberikan pernyataan soal kewenangan penuntutan korupsi di KPK dikembalikan ke kejaksaan. Sejumlah elemen antikorupsi di Yogyakarta pun meresponnya.

Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM Yogyakarta menilai, pernyataan tersebut tidak punya argumen yang kuat. Bahkan Pukat UGM menilai, Jaksa Agung M Prasetyo seperti lupa atau pura-pura lupa bahwa kejaksaan juga memiliki kewenangan satu atap menangani kasus korupsi.

Peneliti Pukat UGM Zainurrohman menyatakan, pernyataan itu tidak memiliki argumen yang berdasar, bahkan tidak jelas. "Hilangnya kewenangan penuntutan oleh KPK ini dianggap sebagai proses penggembosan," katanya dalam keterangan pers di Yogyakarta, Rabu
(13/9/.

Menurut dia, lebih tidak mendasar lagi dengan mengaitkan kewenangan KPK dengan indeks prestasi kinerja (IPK). Alasannya, IPK didasarkan pada daya saing, potensi korupsi dan integritas pelayanan publik, potenssi suap dan integritas sektor bisnis serta penilaian kinerja perekonomian daerah.

Dalam kesempatan itu, Pukat UGM juga menyoroti pernyataan Jaksa Agung yang menyebut operasi tangkap (OTT) oleh KPK menyebabkan kegaduhan. Sayangnya, mayoritas wakil rakyat justru sepakat dengan pernyataan Jaksa Agung tersebut. "Padahal, cara ini (OTT) sangat jitu untuk membuat efek jera. Apalagi OTT kan sudah diatur dalam KUHAP," kata Zainurrohman.

Peneliti Pukat UGM lainnya, Yuriz Rezha menambahkan, OTT bukan karena KPK, namun karena ada yang korupsi. Adanya OTT karena sistem pengendalian, pengawasan dan pembinaan lembaga terhadap pelaku korupsi lemah.

Dia mengatakan, KPK mengemban tugas sangat berat. Contoh kasus berat yang ditangani KPK adalah KTP elektronik dan BLBI. Dalam catatan Pukat UGM, pada 2017 ini KPK sudah menyelidiki 28 kasus, menyidik 51 perkara dan 41 kasus dalam proses penuntutan.

Rezha mengungkapkan, jika KPK sampai dibekukan, maka akan memberi peluang bagi calon koruptor semakin membabi buta dalam mengeruk uang negara. Jika hal itu terjadi, maka menjadi kemenangan bagi koruptor di Tanah Air. "Seharusnya kejaksaan mendorong kepolisian bisa mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan," ujarnya. []


Editor. Ainurrahman

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Wali Kota Denpasar Tinjau Pengungsi Gunung Agung

Jumat, 22 September 2017 22:21 WIB

Wali Kota Denpasar, Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra meninjau warga masyarakat Karangasem yang melakukan pengungsian.


Dana Resepsi Pernikahan Dibawa Kabur, Polisi Buru Pemilik "Wedding Organizer"

Jumat, 22 September 2017 22:13 WIB

Tim saat ini sedang mengejar pelaku, dan identitasnya sudah diketahui, tinggal menunggu waktu untuk melakukan penangkapan terhadap Sidik .



Pegawai Kantor Imigrasi Sukabumi Tertangkap OTT

Jumat, 22 September 2017 22:08 WIB

Tersangka ditangkap bersama dua calo berinisial Ru dan ER di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi,


Tradisi Penghormatan Pada Tokoh Pertambangan Ala Jonan

Jumat, 22 September 2017 21:59 WIB

Arie Federik Lasut merupakan pahlawan nasional yang pada 28 September 1945 mengambil tindakan berani merebut kantor Chisitsu Chosasho.


70 Persen Tahanan Narkoba Pondok Rajeg Usia Produktif

Jumat, 22 September 2017 21:59 WIB

Narkoba yang paling banyak dikonsumsi napi yaitu ganja


Neraca Perdagangan Pertanian Surplus USD 10,98 Miliar

Jumat, 22 September 2017 21:53 WIB

Kementan mengatakan, Impor beras di awal 2016 kemarin merupakan luncuran dari sebagian kontrak impor beras Bulog pada 2015.


Mabes Polri Tangkap Kapal Pembawa Miras Ilegal di Riau

Jumat, 22 September 2017 21:51 WIB

Kapal KLM Sinar Indah Jaya GT 110 MO.1033/PPE yang diduga membawa minuman keras ilegal di Pelabuhan Kapal Sungai Juling, Kabupaten Kepulauan


PVMBG Naikkan Status Gunung Agung Jadi Awas

Jumat, 22 September 2017 21:46 WIB

"Melihat kondisi terakhir Gunung Agung, yang apinya sudah tinggi dan peningkatan kegempaannya juga sangat luar biasa" kata Kasbani.


Peduli Pengungsi Gunung Agung, Masyarakat Bisa Salurkan Bantuan Ke Pos Tanah Ampo

Jumat, 22 September 2017 21:42 WIB

Peduli Pengungsi Gunung Agung, Masyarakat Bisa Salurkan Bantuan Ke Pos Tanah Ampo


Gubernur Bali Minta Agar Segera Bangun Dapur Umum di Pengungsian

Jumat, 22 September 2017 21:38 WIB

Gubernur mengatakan, hal itu dilakukan agar tidak ada yang sakit akibat tidak mendapat asupan gizi.


Intermediasi Perbankan Lambat, Pertumbuhan Kredit Rendah Hanya 8,2 Persen

Jumat, 22 September 2017 21:38 WIB

Intermediasi perbankan belum menunjukkan perbaikan, pertumbuhan kredit Juli 2017 masih rendah yaitu tercatat 8,2% (yoy).


Ini Kriteria Cowok Idaman Indah Permatasari

Jumat, 22 September 2017 21:34 WIB

Indah tidak suka pria bertato.


Jika Sektor Ritel Membaik Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 2018

Jumat, 22 September 2017 21:28 WIB

Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2017 masih di kisaran 5,0-5,4% dan akan meningkat menjadi 5,1-5,5% pada 2018.


Lelang Barang Rampasan Laku Terjual, KPK Cukup Puas

Jumat, 22 September 2017 21:26 WIB

Kami ucapkan terima kasih kepada DJKN. Kami cukup puas dengan pelaksanaan lelang kali ini karena sebagian besar terjual.