News / Hukum / Berita
Kasus Bayi Debora

Polda Belum Panggil Pihak Rumah Sakit

akurat logo
Miftahul Munir
Rabu, 13 September 2017 13:19 WIB
Share
 
Polda Belum Panggil Pihak Rumah Sakit
Polda Metro Jaya akan menyelidiki kasus kematian bayi Debora di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kalideres. Ilustasi: Luqman Hakim Naba

AKURAT.CO, Meskipun berjanji akan ikut melakukan penyelidikan terhadap meninggalnya Bayi Debora di RS Mitra Keluarga, hingga kini Polda Metro Jaya belum melakukan pemeriksaan baik terhadap pihak rumah sakit maupun pihak keluarga.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Argo mengaku tengah menyelidiki Rumah Sakit Mitra Keluarga yang diduga lalai menangani pasien bayi prematur bernama Tiara Debora Simanjorang pada Minggu (3/9) kemarin.

Penyelidikan itu dilakukan untuk mengetahui kronologis secara rinci apakah pihak rumah sakit sengaja enggan menangani Debora atau karena faktor lain.

"Artinya bahwa penyelidikan ini kita mencari informasi berkaitan dengan kasus itu," tutur Argo Rabu (13/9). 

Kemudian, setelah pihaknya mendapatkan semua alat bukti dan barang bukti serta kertangan beberapa saksi termasuk saksi ahli, pihaknya baru bisa menyimpulkan kematian Debora di RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat.

‎"Nanti tergantung penyidik nanti yg manggil siapa. Yang terpenting bahwa nanti kita tetap mengumpulkan semua bukti-bukti," tukas dia.[]


Editor. Ridwansyah Rakhman

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Sejumlah Kebutuhan Pokok Di Ternate Turun

Sabtu, 23 September 2017 16:29 WIB

Harga beberapa komoditi tersebut turun karena di daerah distribusi seperti Manado juga turun


Perjudian Terselubung dalam Arena Bermain Masih Banyak di Pekanbaru

Sabtu, 23 September 2017 16:29 WIB

Zulfahmi Adrian mengatakan bahwa razia yang dilakukan itu untuk mengantisipasi adanya wahana perjudian terselubung di arena permainan.


Fadli Zon: Orang PKI Tak Suka Film G30S/PKI

Sabtu, 23 September 2017 16:27 WIB

Fadli Zon mengajak masyarakat untuk menonton film G30S/PKI.


Pemkot Sukabumi Ajak Pemuda Jadi Petani

Sabtu, 23 September 2017 16:24 WIB

Regenerasi petani sangat lambat, bahkan sangat minim kaum muda yang memilih menjadi petani


Pengunjung Bisa Rasakan Pengalaman Tunggangi Kuda Besi di BURTOR 2017

Sabtu, 23 September 2017 16:22 WIB

Acara ini menawarkan 15 rangkaian kegiatan untuk dinikmati para pengunjung.


Jadwal 5 Liga Top Eropa Akhir Pekan Ini

Sabtu, 23 September 2017 16:21 WIB

Mereka akan berjuang mati-matian untuk memperebutkan tiga poin yang penting.


Indonesia Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perdamaian Dunia

Sabtu, 23 September 2017 16:17 WIB

"Kita harus lebih mendengarkan suara mereka. Kita harus bijak memenuhi kebutuhan mereka"


Ibu Muda 6 Anak Ini Bagikan Tips Agar Cepat Hamil

Sabtu, 23 September 2017 16:10 WIB

Seorang ibu muda bernama Krechelle Carter yang berusia 27 tahun ini memberikan tips kesuburan agar cepat hamil.


Pangkas Distribusi Pertanian Lewat Aplikasi Regopantes.com

Sabtu, 23 September 2017 16:08 WIB

Aplikasi regopantes.com merupakan alat atau alternatif cara petani mendapatkan harga yang lebih pantas


Arsul: Tak Semua Anggota DPR Benci KPK

Sabtu, 23 September 2017 16:07 WIB

Pernyataan Arsul menjawab kritik yang dilontarkan peneliti ICW.


Tak Hanya Alutsista, 18 Ribu Personel TNI Bakal Meriahkan HUT ke-72

Sabtu, 23 September 2017 16:05 WIB

Dalam pelaksanaan HUT ke-72, TNI juga akan mengundang tokoh-tokoh masyarakat, alim ulama dan 1000 pelajar-pelajar teladan.


Video Klip Long As I Get Paid Milik Agnez Mo Tuai Pujian

Sabtu, 23 September 2017 16:03 WIB

Agnez Monica rilis video klip Long As I Get Paid


Malam Ini, Kecamatan Pekanbaru Nobar Film G30S/PKI

Sabtu, 23 September 2017 16:00 WIB

Maskur menambahkan, dengan adanya pemutaran film ini, generasi muda tahu akan sejarah bangsanya, khususnya pemberontakan komunis.


Marquez Pimpin FP3, Rossi Tembus 10 Besar

Sabtu, 23 September 2017 15:58 WIB

Marquez pun berhasil merebut catatan waktu tercepat.


Dianggap Lemahkan KPK, ICW Minta DPR Cukup Gelar RDP

Sabtu, 23 September 2017 15:53 WIB

"Yang dilihat dalam OTT bukanlah berapa kerugian negara. Yang dilihat siapa aktor yang melakukan," kata Tama.