Greenpeace Desak Pemerintah Serius Lindungi Lahan Gambut

akurat logo
Deni Muhtarudin
Selasa, 12 September 2017 22:55 WIB
Share
 
Greenpeace Desak Pemerintah Serius Lindungi Lahan Gambut
Grup Band Marjinal menggelar konser mini di tengah hutan yang telah habis terbakar oleh api. www.portalgreenradio.com

AKURAT.CO, Greenpeace Indonesia meminta pemerintah untuk melindungi hutan dan lahan gambut secara total dengan menjalankan tata kelola sumber daya alam hingga melaksanakan penegakan hukum.

"Kehadiran lahan gambut di Indonesia semakin terancam oleh kehadiran para pelaku industri. Karenanya yang masih tersisa harus benar-benar dijaga," ungkap juru kampanye hutan Greenpeace Indonesia, Annisa Rahmawati, di Jakarta, Selasa (12/9).

Menurut Annisa, usaha pemerintah harus lebih keras dalam melindungi hutan dan lahan gambut, termasuk memastikan dan mengevaluasi efektivitas pelaksanaan moratorium yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2017 tentang Penundaan dan Penyempurnaan Tata Kelola Pemberian Izin Baru Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut.

Lebih lanjut, Annisa mengatakan, sejauh ini belum ada hasil evaluasi pelaksanaan yang resmi terkait moratorium sejak 2011 oleh pemerintah, yang diterbitkan untuk publik.

Evaluasi, Annisa menyebutkan, justru datang dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang menemukan setidaknya 2,7 juta hektare hutan primer dan gambut hilang selama kurun waktu enam tahun pelaksanaannya.

Annisa mengatakan, salah satu landskap yang harus dipertahankan adalah ekosistem gambut Sungai Putri, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, seluas 57.000 ha yang kini terancam aktivitas bisnis.

Sementara itu, Aktivis perempuan dan HAM debtWatch Indonesia Arimbi Heroepoetri mengatakan, kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan tidak kecil.

"Kita tidak boleh melupakan korban akibat kebakaran lahan dan krisis asap yang selalu berulang, yakni puluhan orang yang meninggal dan ratusan ribu orang yang terpapar asap berbahaya. Ini pelanggaran HAM, terutama hak atas hidup dan atas lingkungan bersih dan sehat," katanya.

Kerugian lainnya, lanjut Arimbi, yakni hilangnya keanekaragaman hayati, salah satunya berkurangnya populasi satwa endemik seperti yang disebut dalam laporan Population and Habitat Viability Assesment (PHVA) Orangutan Indonesia pada 2016.

Kepadatan populasi orangutan di daratan Kalimantan (termasuk Sabah dan Sarawak) menurun dari 0,45-0,76 individu per kilometer persegi menjadi 0,13-0,47 individu per kilometer persegi.

"Kerusakan habitat menjadi penyebab utama berkurangnya populasi orangutan," ujar Arimbi.[]


Editor. Ainurrahman

Sumber. Antara

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Marketing Inter: Hadiahi Pemain Bintang dengan Model Seksi

Kamis, 21 September 2017 21:01 WIB

Inter Milan memberikan hadiah kepada Mauro Icardi pada penampilan ke-150.


Ribuan Peserta Dimulai dari Pelajar dan ASN Ramaikan Pawai Tahun Baru Islam

Kamis, 21 September 2017 20:57 WIB

Pada kegiatan tersebut, rombongan pawai ada yang berjalan kaki, menggunakan kendaraan hias, mulai dari motor, becak motor (bentor) dan mobil


Berikut 5 Fakta Menarik tentang Sharapova

Kamis, 21 September 2017 20:50 WIB

Berikut lima fakta menarik tentang Maria Sharapova menurut pantauan Akurat.co.


Gubernur: Bali Siap Menghadapi Kemungkinan Terburuk

Kamis, 21 September 2017 20:49 WIB

Persiapan menghadapi hal terburuk sudah dilakukan seluruh elemen masyarakat Bali


Tak Dipakai Chelsea, Costa Balik ke Atletico

Kamis, 21 September 2017 20:48 WIB

Diego Costa akan segera kembali ke Atletico.


Ditahan Imbang Barito, Persipura Tempel Bali United

Kamis, 21 September 2017 20:42 WIB

Gol dari Persipura Jayapura ke gawang Barito Putera terjadi pada menit ke-30 melalui gol bunuh diri defender Dandi Maulana Abdulhak.


Pamela Anderson Kagumi Jurnalis, Bekas Bek Milan Cemburu

Kamis, 21 September 2017 20:40 WIB

Rami cemburu karena Pamela Anderson kagumi sosok jurnalis.



Tenda Bantuan Indonesia untuk Etnis Rohingya Kokoh Berdiri di Bangladesh

Kamis, 21 September 2017 20:33 WIB

Cuaca yang cerah sejak pagi hari membuat pemasangan tenda berjalan dengan lancar.


Persiba Kembang Biakkan Tren Negatif Semen Padang

Kamis, 21 September 2017 20:32 WIB

Gol Srdjan Lopicic ke gawang Semen Padang pada menit ke-45'+2 membuat kemenangan kelima Persiba Balikpapan dari 25 pertandingan.


Harga Sawit di Mukomuko Masih Lebih Rendah Dibanding Daerah Lain

Kamis, 21 September 2017 20:31 WIB

Pengumpul buah sawit di daerah tersebut membeli sawit petani setempat sebesar Rp1.200/kg hingga Rp1.300/kg


Kemasan Tak Menarik Bikin Produk UMKM Kurang Menjual

Kamis, 21 September 2017 20:21 WIB

Untuk kualitas dan rasa produk UMKM Indonesia tidak kalah dari negara lain, namun hanya kemasannya saja yang kurang


Bawaslu: 10 Daerah Belum Bahas NPHD untuk Pilkada 2018

Kamis, 21 September 2017 20:20 WIB

Abhan tidak menyebutkan daerah apa saja dari 10 kabupaten/kota yang belum menyerahkan dan membahas NPHD itu


Ribuan Orang Ikuti Pawai di Banjarbaru, Peringati Tahun Baru Islam

Kamis, 21 September 2017 20:17 WIB

Kami bangga karena peringatan 1 Muharam di Kecamatan Cempaka sangat terasa karena adanya pawai yang diikuti ribuan peserta.


Lulusan S-3 ITB Pecahkan Rekor Doktor Termuda

Kamis, 21 September 2017 20:07 WIB

Mahasiswa S-3 Kimia ITB Grandprix Thomryes Marth Kadja menjadi sarjana doktor muda di Indonesia