News / Hukum / Berita

Yusril Jadi Saksi Ahli Pada Persidangan Buni Yani

akurat logo
Avila Dwiputra
Selasa, 12 September 2017 15:35 WIB
Share
 
Yusril Jadi Saksi Ahli Pada Persidangan Buni Yani
Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra menjadi saksi ahli dalam persidangan Buni Yani, Selasa (12/9). AKURAT.CO/Avila Dwiputra

AKURAT.CO, Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra menjadi saksi ahli dalam persidangan Buni Yani, terdakwa ujaran kebencian dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, di Gedung Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Bandung, Selasa (12/9).

Dalam kesaksiannya, Yusril menyatakan, Pasal 32 Ayat (1) UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang didakwakan kepada Buni Yani tidak mengandung unsur pidana. Pasalnya, unsur pidana hanya terdapat dalam Pasal 32 Ayat (3).

"Saya berpendapat Ayat 1 itu tidak bisa dipidana kalau dia orang meng-quote, lalu dia menambah atau mengurangi apa yang ditulis oleh orang lain. Kecuali itu berisi fitnah atau pemutarbalikan yang berbuah permusuhan, tapi itu tidak bisa dipidana berdasarkan Pasal 32 dari UU ITE ini. Pasal-pasal pemidanaannya ada di Pasal 47 atau Pasal 48 kalau tidak salah," urai Yusri.

Yusril juga memandang, Pasal 28 UU ITE yang didakwakan jaksa kepada Buni Yani kurang tepat. Dikarenakan, pasal tersebut berkaitan dengan seseorang memberitakan hal bohong atau menimbulkan permusuhan, SARA, dan lain-lain. "Ini kan bukan Buni Yani. Buni Yani hanya mengutip omongan Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama)," tukas dia.

Penerapan pasal dalam UU ITE yang didakwakan jaksa kepada Buni Yani memang membutuhkan penafsiran. Dan, majelis hakim sebagai yang berwenang menangani perkara ini harus menafsirkan norma-norma itu dengan seadil-adilnya bagi Buni Yani.

"Terutama apakah yang didakwakan itu delik formil atau delik materiil, UU tidak tegas menyebutkan hal itu, tapi Pasal 36 mengatakan bahwa apa yang diatur dalam Pasal 27 sampai 34 itu harus menimbulkan akibat sesuatu kepada masyarakat. Nah kalau harus menimbulkan akibat, maka delik itu harus delik materil. Tapi kalau delik formil, itu akibat tidak perlu terjadi," ujarnya.

Yusril tidak menyangkal jika dakwaan jaksa terhadap Buni Yani memiliki kelemahan. Namun, majelis hakim tidak bisa menolak perkara yang sudah diajukan. Sekarang, tinggal jaksa untuk membuktikan apakah dakwaan mereka berhasil.

"Lemah tidak dakwaan, ya tergantung jaksa berhasil tidaknya membuktikan dakwaannya, atau advokat bisa tidak dia menyanggah dengan alasan hukumnya," tukas Yusril.[]


Editor. Ridwansyah Rakhman

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Ibu Muda 6 Anak Ini Bagikan Tips Agar Cepat Hamil

Sabtu, 23 September 2017 16:10 WIB

Seorang ibu muda bernama Krechelle Carter yang berusia 27 tahun ini memberikan tips kesuburan agar cepat hamil.


Pangkas Distribusi Pertanian Lewat Aplikasi Regopantes.com

Sabtu, 23 September 2017 16:08 WIB

Aplikasi regopantes.com merupakan alat atau alternatif cara petani mendapatkan harga yang lebih pantas


Arsul: Tak Semua Anggota DPR Benci KPK

Sabtu, 23 September 2017 16:07 WIB

Pernyataan Arsul menjawab kritik yang dilontarkan peneliti ICW.


Tak Hanya Alutsista, 18 Ribu Personel TNI Bakal Meriahkan HUT ke-72

Sabtu, 23 September 2017 16:05 WIB

Dalam pelaksanaan HUT ke-72, TNI juga akan mengundang tokoh-tokoh masyarakat, alim ulama dan 1000 pelajar-pelajar teladan.


Video Klip Long As I Get Paid Milik Agnez Mo Tuai Pujian

Sabtu, 23 September 2017 16:03 WIB

Agnez Monica rilis video klip Long As I Get Paid


Malam Ini, Kecamatan Pekanbaru Nobar Film G30S/PKI

Sabtu, 23 September 2017 16:00 WIB

Maskur menambahkan, dengan adanya pemutaran film ini, generasi muda tahu akan sejarah bangsanya, khususnya pemberontakan komunis.


Marquez Pimpin FP3, Rossi Tembus 10 Besar

Sabtu, 23 September 2017 15:58 WIB

Marquez pun berhasil merebut catatan waktu tercepat.


Dianggap Lemahkan KPK, ICW Minta DPR Cukup Gelar RDP

Sabtu, 23 September 2017 15:53 WIB

"Yang dilihat dalam OTT bukanlah berapa kerugian negara. Yang dilihat siapa aktor yang melakukan," kata Tama.


Warga Mukomuko Tolak Dana PKH, Ada Apa?

Sabtu, 23 September 2017 15:52 WIB

Sebanyak 4.300 orang warga setempat yang tersebar di sejumlah kecamatan di daerah itu terdaftar sebagai penerima PKH dari pemerintah pusat


Begini Kronologi Percobaan Pencurian di Rumah Raffi Ahmad

Sabtu, 23 September 2017 15:50 WIB

Diduga pelaku masuk ke dalam rumah Raffi melalui pintu depan yang tidak dikunci.


Sering Peras Masyarakat di GBK, Juru Parkir Liar Ditangkap Polisi

Sabtu, 23 September 2017 15:47 WIB

Dari tangan kelima pelaku, dirinya mengamankan uang sebesar Rp45.000.


Jadi Tersangka Pembunuh Dini, Peri Diberhentikan dari Mitra Grab

Sabtu, 23 September 2017 15:46 WIB

Mediko menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan pengguna aplikasi Grab akan tetap menjadi prioritasnya.


Ambil Rekam Medis Setnov, Henry Yoso: KPK Kebablasan Lagi

Sabtu, 23 September 2017 15:42 WIB

"Kok seenaknya aja diambil oleh sama KPK, itu (rekam medis) kan rahasia pasien yang dilindungi Undang-Undang (UU) Kesehatan"


Han Bo Bae Ungkap Kecintaannya pada TWICE

Sabtu, 23 September 2017 15:36 WIB

Han Bo Bae yang baru-baru ini membintangi drama KBS2 "School 2017" mengungkapkan bahwa dia adalah penggemar berat TWICE.


Rumah Raffi Ahmad Disatroni Maling

Sabtu, 23 September 2017 15:34 WIB

Kediamannya yang berlokasi di Perumahan Green Andara Kav. A1 Nomor 4-6 Jati Baru, Cinere, Depok, Jawa Barat disatroni maling.