News / Politik / Berita

'Ngeri-Ngeri Sedap' 15 Tahun KPK, Belum Bisa Menekan Permasalahan Korupsi

akurat logo
Yudi Permana
Minggu, 10 September 2017 15:23 WIB
Share
 
'Ngeri-Ngeri Sedap' 15 Tahun KPK, Belum Bisa Menekan Permasalahan Korupsi
Ketua Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo dalam acara Launching Buku "Ngeri-Ngeri Sedap" di Cafe Leon Jl. Wijaya I/25 Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (10/9). AKURAT.CO/Yudi Permana

AKURAT.CO, Ketua Komisi III DPR yang juga anggota Pansus Hak Angket KPK Bambang Soesatyo telah melaunching bukunya yang ke-13 dengan judul 'Ngeri-Ngeri Sedap'. Judul buku itu menggambarkan permasalahan bangsa, dari sisi penegakan hukum yang selama ini terjadi, dan juga permasalahan ekonomi dari level APBN, dan utang negara.

Dalam acara Launching buku tersebut, telah hadir beberapa pejabat tinggi negara, seperti Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Jaksa Agung HM Prasetyo, Menteri Hukum dan HAM Yassona Laoly, Ketua PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin, Ketua KY Aidul Fitriciada Azhari, dan sejumlah anggota Komisi III, diantaranya Masinton Pasaribu, Eddy Kusuma Wijaya, Adies Kadir, serta anggota Pansus angket KPK, Muhammad Misbakhun.

Bamsoet (sapaan akrab Bambang Soesatyo) mengatakan bahwa dalam bidang penegakkan hukum, tidak sedikit para pejabat serta penegak hukum yang tertangkap karena kasus korupsi.

"Dari kalangan politisi, pemimpin daerah, pejabat pajak, audior BPK, jaksa hingga hakim dijerat oleh Komisi Pemberatasan Korupsi," ucapnya.

Maka dari itu, buku tersebut juga membahas isu hukum, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang usianya sudah 15 tahun, pada kenyataannya tetap tidak bisa menekan permasalahan korupsi, malah makin meluas. Hal ini menurut Bamsoet, betul-betul memprihatinkan apa yang terjadi dalam pemberantasan korupsi.

"Sejak tahun 2004 hingga pertengahan 2017, KPK sedikitnya telah menangani 600 kasus korupsi. Dari jumlah tersebut sebanyak 319 kasus atau lebih dari separuh merupakan upaya penyuapan terhadap pejabat negara," tuturnya.

Selain itu, dalam buku tersebut, beberapa pejabat negara tingkat Eselon I/II/III yang tertangkap kasus korupsi sebanyak 145 orang atau 22 persen dari total pejabat yang tertangkap KPK.

"Berikutnya, sebanyak 127 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR/DPRD) tertangkap korupsi. Kemudian sebanyak 60 pejabat Walikota/ Bupati dan wakilnya tertangkap korupsi oleh KPK," ujarnya.

Dikalangan kejaksaan, kata dia,  setidaknya telah ada 6 jaksa yang ditangkap KPK, termasuk Kajari Pemekasan yang ditangkap KPK diawal bulan lalu. Dan penangkapan dua hakim PN Bengkulu pada Kamis lalu telah menambah panjang daftar hakim yang diciduk KPK.

Fakta-fakta tadi merefleksikan makna dari kata 'ngeri-ngeri' pada judul buku ini.

Dalam acara tersebut Bambang Soesatyo turut mengundang DR. Tjipta Lesmana, DR. Ir. Rizal Ramli, DR. Ir. Dradjat H Wibowo,Sebastian Salang,Yunarto Wijaya sebagai Speaker dalam launching dan diskusi buku.[]


Editor. Iwan Setiawan

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Wali Kota Denpasar Tinjau Pengungsi Gunung Agung

Jumat, 22 September 2017 22:21 WIB

Wali Kota Denpasar, Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra meninjau warga masyarakat Karangasem yang melakukan pengungsian.


Dana Resepsi Pernikahan Dibawa Kabur, Polisi Buru Pemilik "Wedding Organizer"

Jumat, 22 September 2017 22:13 WIB

Tim saat ini sedang mengejar pelaku, dan identitasnya sudah diketahui, tinggal menunggu waktu untuk melakukan penangkapan terhadap Sidik .



Pegawai Kantor Imigrasi Sukabumi Tertangkap OTT

Jumat, 22 September 2017 22:08 WIB

Tersangka ditangkap bersama dua calo berinisial Ru dan ER di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi,


Tradisi Penghormatan Pada Tokoh Pertambangan Ala Jonan

Jumat, 22 September 2017 21:59 WIB

Arie Federik Lasut merupakan pahlawan nasional yang pada 28 September 1945 mengambil tindakan berani merebut kantor Chisitsu Chosasho.


70 Persen Tahanan Narkoba Pondok Rajeg Usia Produktif

Jumat, 22 September 2017 21:59 WIB

Narkoba yang paling banyak dikonsumsi napi yaitu ganja


Neraca Perdagangan Pertanian Surplus USD 10,98 Miliar

Jumat, 22 September 2017 21:53 WIB

Kementan mengatakan, Impor beras di awal 2016 kemarin merupakan luncuran dari sebagian kontrak impor beras Bulog pada 2015.


Mabes Polri Tangkap Kapal Pembawa Miras Ilegal di Riau

Jumat, 22 September 2017 21:51 WIB

Kapal KLM Sinar Indah Jaya GT 110 MO.1033/PPE yang diduga membawa minuman keras ilegal di Pelabuhan Kapal Sungai Juling, Kabupaten Kepulauan


PVMBG Naikkan Status Gunung Agung Jadi Awas

Jumat, 22 September 2017 21:46 WIB

"Melihat kondisi terakhir Gunung Agung, yang apinya sudah tinggi dan peningkatan kegempaannya juga sangat luar biasa" kata Kasbani.


Peduli Pengungsi Gunung Agung, Masyarakat Bisa Salurkan Bantuan Ke Pos Tanah Ampo

Jumat, 22 September 2017 21:42 WIB

Peduli Pengungsi Gunung Agung, Masyarakat Bisa Salurkan Bantuan Ke Pos Tanah Ampo


Gubernur Bali Minta Agar Segera Bangun Dapur Umum di Pengungsian

Jumat, 22 September 2017 21:38 WIB

Gubernur mengatakan, hal itu dilakukan agar tidak ada yang sakit akibat tidak mendapat asupan gizi.


Intermediasi Perbankan Lambat, Pertumbuhan Kredit Rendah Hanya 8,2 Persen

Jumat, 22 September 2017 21:38 WIB

Intermediasi perbankan belum menunjukkan perbaikan, pertumbuhan kredit Juli 2017 masih rendah yaitu tercatat 8,2% (yoy).


Ini Kriteria Cowok Idaman Indah Permatasari

Jumat, 22 September 2017 21:34 WIB

Indah tidak suka pria bertato.


Jika Sektor Ritel Membaik Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 2018

Jumat, 22 September 2017 21:28 WIB

Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2017 masih di kisaran 5,0-5,4% dan akan meningkat menjadi 5,1-5,5% pada 2018.


Lelang Barang Rampasan Laku Terjual, KPK Cukup Puas

Jumat, 22 September 2017 21:26 WIB

Kami ucapkan terima kasih kepada DJKN. Kami cukup puas dengan pelaksanaan lelang kali ini karena sebagian besar terjual.