Idul Adha 1438

36 Hewan Kurban di Yogyakarta Terinfeksi Cacing Hati

akurat logo
Ainurrahman
Minggu, 03 September 2017 19:15 WIB
Share
 
36 Hewan Kurban di Yogyakarta Terinfeksi Cacing Hati
Penyembelihan Hewan Kurban. ANTARA

AKURAT.CO, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menemukan 36 hewan kurban terinfeksi cacing hati.

"Sampai laporan Sabtu (2/9), ada 35 hewan kurban yang terinfeksi cacing hati dan hari ini ada laporan satu hewan kurban total ada 36 hewan kurban yang terinfeksi ," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Suseno Budi di Gunung Kidul, Minggu (3/9).

Dia mengatakan ada tiga lokasi yang hewan kurbannya mengalami infeksi yang parah sehingga hatinya harus dibuang semuanya.

Ketiganya ada di Masjid As Syakirin Dusun Trimulyo I Desa Kepek Kecamatan Wonosari, Masjid Besar Al-Huda Kecamatan Playen dan penyembelihan hewan kurban di Desa Grogol Kecamatan Paliyan.

"Infeksi cacing yang cukup parah, petugas melarang hati hewan tersebut untuk dikonsumsi," katanya.

Seluruh petugas sudah diterjunkan ke 18 Kecamatan di Gunung Kidul untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban.

"Total ada 160 orang petugas dibantu dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan UGM," katanya.

Ia mengatakan sedikitnya ada 1.700 titik penyembelihan hewan berdasarkan pengalaman tahun 2016. Petugas akan melihat apakah ada penyakit yang menjangkiti kurban seperti cacing hati atau antraks.

"Titik penyembelihan akan didatangi petugas," katanya.

Suseno mengatakan hewan kurban yang terinfeksi cacing hati, maka yang terinfeksi harus dimusnahkan namun untuk daging hewan kurban tetap aman untuk dikonsumsi.

"Sebenarnya tidak masalah karena tidak menular. Namun tidak layak untuk dikonsumsi," katanya.

Dia mengatakan penyebab cacing hati berkembang biak dari faktor makanan hijauan pakan ternak yang terkontaminasi telur cacing hati dan termakan hewan kurban.

Ia memastikan sebagian besar hewan ternak yang terkontaminasi berasal dari luar Gunung Kidul.

"Untuk perantara penyebaran telur butuh kolam dan keong, dengan demikian kecil kemungkinan hewan ternak terjangkit berasal dari Gunung Kidul," katanya. []


Editor. Ridwansyah Rakhman

Sumber. ANTARA

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

ADB : Investasi dan Ekspor Topang Pertumbuhan Ekonomi hingga Tahun Depan

Selasa, 26 September 2017 14:29 WIB

Menurutnya ADB, pertumbuhan kredit akan membaik secara bertahap, menyusul pemangkasan suku bunga acuan BI.


Johanna Konta dan Sloan Stephens Tersingkir di Wuhan

Selasa, 26 September 2017 14:28 WIB

"Anda tidak abisa sukses dan menang sepanjang masa," kata Johanna Konta.


Ekonomi Kreatif Bisa Berkontribusi 12 Persen terhadap PDB 2019

Selasa, 26 September 2017 14:27 WIB

Program Bekraf Satu Pintu diharapkan bisa mempercepat pengembangan sektor ekonomi kreatif yang dapat menjadi tulang punggung perekonomian na


Eksekusi Jaminan Fidusia, Perusahaan Pembiayaan Ini Gandeng Polda Metro Jaya

Selasa, 26 September 2017 14:22 WIB

Kerja sama ini diharapkan mampu membangun keselarasan pemahaman antara team Iapangan Kredit Plus dengan pihak kepolisian.


Bekraf Resmi Luncurkan Progam Satu Pintu

Selasa, 26 September 2017 14:20 WIB

Satu Pintu merupakan program kurasi dalam hal fasiiitasi bantuan BEKRAF untuk para pelaku dalam ekosistem ekonomi kreatif


Pertikaian dengan CR7 Penyebab Nistelrooy Hengkang dari Manchester

Selasa, 26 September 2017 14:15 WIB

Perseteruan dengan Cristiano Ronaldo dianggap menjadi alasan utama Hengkangnya Ruud van Nistelrooy


Aturan Ketenagakerjaan Sudah Tak Relevan di Era Disruptive

Selasa, 26 September 2017 14:10 WIB

Chatib: Disruptive innovation yang terjadi itu akan membuat bisnis model yang ada sekarang bisa menjadi tidak relevan di masa depan.


Pengamat: Kasus Nikahsirri.com Bukti Tipisnya Perbedaan Rasionalitas dan Irasionalitas

Selasa, 26 September 2017 14:10 WIB

Situs nikahsirri.com menunjukkan salah satu dampak dari internet adalah tipisnya batas antara rasionalitas dan irasionalitas


Bangun Hotel Baru, Saham MDLN Potensi Melaju Positif

Selasa, 26 September 2017 14:06 WIB

Manajemen Modernland optimis jika penjualan di tahun 2017 akan meningkat seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian global.


Mandiri Gelar Diskusi Rumuskan Strategi Kelola Tenaga Kerja di Era Disruptive

Selasa, 26 September 2017 14:03 WIB

Samjay: Saat ini korporasi di Tanah Air memiliki tantangan baru dalam merumuskan kebijakan perusahaan dan pengelolaan ketenagakerjaan


KPK Masalahkan Kehadiran Romli di Praperadilan Setnov

Selasa, 26 September 2017 14:00 WIB

Karena menghadiri undangan Pansus Angket, kehadiran Romli Atmasasmita dipermasalahkan KPK


Saat Latihan, 'Aset Berharga' Aubameyang Terhantam Bola

Selasa, 26 September 2017 13:57 WIB

Aubameyang juga menatap rekor milik legenda Bayern Munich


Buka Pekan Pertambangan dan Energi Expo, Menteri Jonan Tegaskan Pemerintah Tak Hambat Izin Pertambangan

Selasa, 26 September 2017 13:56 WIB

Jonan: Penyederhanaan peraturan di sektor migas dan minerba dan EBTKE mudah-mudahan terus bisa berjalan


Diduga Melakukan Suap, PT Pagoda Mitra Abadi Dilaporkan ke KPK

Selasa, 26 September 2017 13:55 WIB

Perwakilan warga Sampiran, Kabupaten Cirebon akan melaporkan PT Pagoda Mitra Abadi (PT PMA) ke KPK