News / Hukum / Berita
Kontroversi Victor Laiskodat

Kasus Victor Laiskodat Berlanjut, Generasi Muda Demokrat Diperiksa Penyidik

akurat logo
Yudi Permana
Selasa, 29 Agustus 2017 15:48 WIB
Share
 
Kasus Victor Laiskodat Berlanjut, Generasi Muda Demokrat Diperiksa Penyidik
Politisi Nasdem Victor Laiskodat. Istimewa

AKURAT.CO, Polisi terus selidiki kasus pidato politisi Partai Nasdem Victor Laiskodat. Sejumlah orang dipanngil untuk dimintai keterangannya.

Ketua Generasi Muda Demokrat (GMD) H. Lucki P.S mengatakan, kedatangan pada hari ini di Bareskrim Polri untuk dilakukan pemeriksaan penyelidikan sebagai pelapor, terkait pidato politisi Nasdem Victor B Laiskodat.

"Hari ini saya mewakili generasi muda demokrat menerima panggilan dari Bareskrim untuk di Berita Acara Pemeriksaan (BAP), terkait dengan pelaporan kami pada tanggal 7 Agustus kemarin," kata Lucki usai diperiksa, di kantor Bareskrim, Gambir, Jakarta, Selasa (29/8).

Seperti diketahui, pidato yang disampaikan Victor Laiskodat di Kupang NTT mendapat kecaman. Salah satunya dari partai Demokrat yang mengaku keberatan atas pidato tersebut.

Menurut dia, pihak partai Demokrat merasa terhina karena disebut-sebut mendukung negara khilafah serta intoleran.

"Artinya saya sebagai kader demokrat dan teman-teman merasa keberatan dan melaporkan isi pidato tersebut ke pihak kepolisian," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa hari ini sudah diperiksa, untuk ditindak lanjuti, dan nanti mungkin ada yang berikutnya lagi.

Ditempat yang sama Wakil Ketua Umum GMD Primawira memberikan ucapan terimakasih kepada polri untuk keprofesionalannya dalam menangani laporannya.

"Dalam waktu 22 hari segera ditindaklanjuti, dan kami dipanggil untuk di BAP terkait laporan kami," kata Primawira.

Ia juga menyatakan, penyelidik polri telah menanyakan seputar video Victor, dan saksi yang melihat ketika menyampaikan pidatonya.

"Hari ini kita ada 11 pertanyaan yang ditanyakan kepada kami terkait dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh saudara Viktor," imbuhnya.

Kemudian, lanjut dia, GMD telah menambahkan alat bukti, yaitu keterangan bahwa ada tiga kader demokrat yang hadir pada waktu itu (pidato Viktor di Kupang), dan menjadi saksi atas ucapan yang disampaikan Victor Laiskodat.

"Kita juga serahkan undangan kegiatan acara tersebut terhadap kader partai kami di DPC partai demokrat Kupang NTT," cetusnya.

Lima kader yang melihat langsung, yakni Peter Katipana, Marten Lomi, Yalonne, Yorbethakh, dan Andreas Mese.

"Jadi mereka adalah lima kader kami yang hadir di acara tersebut, dan mendengar langsung pidato saudara Victor yang telah kami duga melakukan ujaran kebencian kepada partai demokrat pada khususnya," tegasnya.

Selain itu, kata Primawira, penyidik berencana untuk ke Kupang, untuk meninjau lokasi terjadinya kegiatan tersebut, dan meminta keterangan tambahan dari kadernya. []


Editor. Ainurrahman

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Bekraf Resmi Luncurkan Progam Satu Pintu

Selasa, 26 September 2017 14:20 WIB

Satu Pintu merupakan program kurasi dalam hal fasiiitasi bantuan BEKRAF untuk para pelaku dalam ekosistem ekonomi kreatif


Pertikaian dengan CR7 Penyebab Nistelrooy Hengkang dari Manchester

Selasa, 26 September 2017 14:15 WIB

Perseteruan dengan Cristiano Ronaldo dianggap menjadi alasan utama Hengkangnya Ruud van Nistelrooy


Aturan Ketenagakerjaan Sudah Tak Relevan di Era Disruptive

Selasa, 26 September 2017 14:10 WIB

Chatib: Disruptive innovation yang terjadi itu akan membuat bisnis model yang ada sekarang bisa menjadi tidak relevan di masa depan.


Pengamat: Kasus Nikahsirri.com Bukti Tipisnya Perbedaan Rasionalitas dan Irasionalitas

Selasa, 26 September 2017 14:10 WIB

Situs nikahsirri.com menunjukkan salah satu dampak dari internet adalah tipisnya batas antara rasionalitas dan irasionalitas


Bangun Hotel Baru, Saham MDLN Potensi Melaju Positif

Selasa, 26 September 2017 14:06 WIB

Manajemen Modernland optimis jika penjualan di tahun 2017 akan meningkat seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian global.


Mandiri Gelar Diskusi Rumuskan Strategi Kelola Tenaga Kerja di Era Disruptive

Selasa, 26 September 2017 14:03 WIB

Samjay: Saat ini korporasi di Tanah Air memiliki tantangan baru dalam merumuskan kebijakan perusahaan dan pengelolaan ketenagakerjaan


KPK Masalahkan Kehadiran Romli di Praperadilan Setnov

Selasa, 26 September 2017 14:00 WIB

Karena menghadiri undangan Pansus Angket, kehadiran Romli Atmasasmita dipermasalahkan KPK


Saat Latihan, 'Aset Berharga' Aubameyang Terhantam Bola

Selasa, 26 September 2017 13:57 WIB

Aubameyang juga menatap rekor milik legenda Bayern Munich


Buka Pekan Pertambangan dan Energi Expo, Menteri Jonan Tegaskan Pemerintah Tak Hambat Izin Pertambangan

Selasa, 26 September 2017 13:56 WIB

Jonan: Penyederhanaan peraturan di sektor migas dan minerba dan EBTKE mudah-mudahan terus bisa berjalan


Diduga Melakukan Suap, PT Pagoda Mitra Abadi Dilaporkan ke KPK

Selasa, 26 September 2017 13:55 WIB

Perwakilan warga Sampiran, Kabupaten Cirebon akan melaporkan PT Pagoda Mitra Abadi (PT PMA) ke KPK



Polisi Gagalkan Upaya Perdagangan Orang Berkedok TKI

Selasa, 26 September 2017 13:45 WIB

Polres Tanjung Balai Riau menggalkan upaya perdagangan orang berkedok pengiriman tenaga kerja Indonesia Ilegal.


Pemerintah Siapkan Antisipasi Acara IMF-WB, Tapi Enggan Bicara Anggaran

Selasa, 26 September 2017 13:44 WIB

Pemerintah pikirkan untuk membuat persiapan lokasi yang berbeda untuk pengadaan IMF-World Bank 2018.


DPR Desak Pemerintah Menata Ulang Penempatan TKI

Selasa, 26 September 2017 13:37 WIB

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI meminta Kemenaker dan BNP2TKI menata ulang penempatan TKI di luar negeri.


Dana Bantuan Luar Negeri Akan Dikelola Oleh Satu Kementerian

Selasa, 26 September 2017 13:36 WIB

Kemenkeu tengah mengkaji perubahan skema pengelolaan bantuan luar negeri yang selama ini berjalan.