KJRI Investigasi Kasus Penyiksaan TKI di Arab Saudi

akurat logo
Yohanes Antonius Corebima
Kamis, 24 Agustus 2017 14:21 WIB
Share
 
KJRI Investigasi Kasus Penyiksaan TKI di Arab Saudi
Ilustrasi. Istimewa

AKURAT.CO, Nenih Rusmiyati tertahan di Arab Saudi karena dilarang majikannya untuk pulang. Foto Nenih dengan wajah nampak menahan sakit dan mulut berdarah itu viral di media sosial (medsos) beberapa waktu lalu.

Tenaga kerja wanita (TKW) asal Sukabumi tersebut diduga dianiaya majikan. Bahkan ia disinyalir tidak menerima gaji.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Muhammad Iqbal mengatakan Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) Jeddah telah menugaskan staf ke kota Thaif untuk berkomunikasi dengan simpul WNI serta kepolisian Thaif guna melakukan penelusuran terkait kasusus tersebut.

"Dari penelusuran dan komunikasi dengan simpul WNI di kota Thaif, diperoleh informasi mengenai keberadaan Neni Rusmiyati," kata Iqbal, Kamis (24/8).

Berdasarkan info tersebut, lanjut Iqbal, KJRI telah melaporkan dan meminta bantuan Kepolisian Kota Thaif untuk melakukan investigasi. Menindaklanjuti laporan KJRI, pada tanggal 17 dan tangal 21 Agustus, Iqbal mengungkapakan kepolisian setempat juga sudah memanggil Neni dan majikannya. Pada pemanggilan kedua dia menyebutkan staf KJRI juga ikut menghadirinya.

Iqbal mengatakan dari pertemuan tersebut terungkap bahwa luka pada mulut korban bukan karena penyiksaan, akan tetapi akibat terjatuh dan terbentur lantai ketika membersihkan tangga rumah orang tua majikan sekitar enam bulan lalu. Foto tersebut diambil oleh rekan Neni warganegara Mesir dan mengirimkan foto tersebut kepada anaknya di Indonesia atas permintaan Neni sendiri.

Selain itu Iqbal mengatakan, hasil pertemuan tersebut juga mengungkap bahwa Sejak datang ke Arab Saudi pada 2008 silam, Neni tidak bekerja di rumah majikannya tetapi di rumah orang tua majikan bernama Muhammad Siraj Sulaiman. Selama bekerja, Ibal bilang Neni tidak pernah diberi hak cuti dan selalu ditunda kepulangannnya ke Indonesia.

"Berdasarkan pengakuan tersebut KJRI telah meminta kepada kepolisian Thaif agar majikan segera memenuhi hak-hak, menguruskan exit permit serta memulangkan Neni. Sambil menunggu kepulangan, KJRI meminta agar Neni dapat dipindahkan dari majikan ke shelter KJRI," ucap Iqbal.

Lebih kanjut dia memgatakan, Majikan Neni menyanggupi permintaan KJRI. Pihaknya akan datang kembali dalam waktu dekat ke kantor polisi Thaif untuk membayar sisa gaji, menguruskan exit permit dan mengantarkan tiket kepulangan.

"KJRI terus memantau kasus ini dalam rangka memastikan Neni dapat pulang ke Indonesia dalam waktu yang tidak terlalu lama dengan membawa hak-haknya," tukasnya. []


Editor. Ainurrahman

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Wali Kota Denpasar Tinjau Pengungsi Gunung Agung

Jumat, 22 September 2017 22:21 WIB

Wali Kota Denpasar, Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra meninjau warga masyarakat Karangasem yang melakukan pengungsian.


Dana Resepsi Pernikahan Dibawa Kabur, Polisi Buru Pemilik "Wedding Organizer"

Jumat, 22 September 2017 22:13 WIB

Tim saat ini sedang mengejar pelaku, dan identitasnya sudah diketahui, tinggal menunggu waktu untuk melakukan penangkapan terhadap Sidik .



Pegawai Kantor Imigrasi Sukabumi Tertangkap OTT

Jumat, 22 September 2017 22:08 WIB

Tersangka ditangkap bersama dua calo berinisial Ru dan ER di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi,


Tradisi Penghormatan Pada Tokoh Pertambangan Ala Jonan

Jumat, 22 September 2017 21:59 WIB

Arie Federik Lasut merupakan pahlawan nasional yang pada 28 September 1945 mengambil tindakan berani merebut kantor Chisitsu Chosasho.


70 Persen Tahanan Narkoba Pondok Rajeg Usia Produktif

Jumat, 22 September 2017 21:59 WIB

Narkoba yang paling banyak dikonsumsi napi yaitu ganja


Neraca Perdagangan Pertanian Surplus USD 10,98 Miliar

Jumat, 22 September 2017 21:53 WIB

Kementan mengatakan, Impor beras di awal 2016 kemarin merupakan luncuran dari sebagian kontrak impor beras Bulog pada 2015.


Mabes Polri Tangkap Kapal Pembawa Miras Ilegal di Riau

Jumat, 22 September 2017 21:51 WIB

Kapal KLM Sinar Indah Jaya GT 110 MO.1033/PPE yang diduga membawa minuman keras ilegal di Pelabuhan Kapal Sungai Juling, Kabupaten Kepulauan


PVMBG Naikkan Status Gunung Agung Jadi Awas

Jumat, 22 September 2017 21:46 WIB

"Melihat kondisi terakhir Gunung Agung, yang apinya sudah tinggi dan peningkatan kegempaannya juga sangat luar biasa" kata Kasbani.


Peduli Pengungsi Gunung Agung, Masyarakat Bisa Salurkan Bantuan Ke Pos Tanah Ampo

Jumat, 22 September 2017 21:42 WIB

Peduli Pengungsi Gunung Agung, Masyarakat Bisa Salurkan Bantuan Ke Pos Tanah Ampo


Gubernur Bali Minta Agar Segera Bangun Dapur Umum di Pengungsian

Jumat, 22 September 2017 21:38 WIB

Gubernur mengatakan, hal itu dilakukan agar tidak ada yang sakit akibat tidak mendapat asupan gizi.


Intermediasi Perbankan Lambat, Pertumbuhan Kredit Rendah Hanya 8,2 Persen

Jumat, 22 September 2017 21:38 WIB

Intermediasi perbankan belum menunjukkan perbaikan, pertumbuhan kredit Juli 2017 masih rendah yaitu tercatat 8,2% (yoy).


Ini Kriteria Cowok Idaman Indah Permatasari

Jumat, 22 September 2017 21:34 WIB

Indah tidak suka pria bertato.


Jika Sektor Ritel Membaik Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 2018

Jumat, 22 September 2017 21:28 WIB

Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2017 masih di kisaran 5,0-5,4% dan akan meningkat menjadi 5,1-5,5% pada 2018.


Lelang Barang Rampasan Laku Terjual, KPK Cukup Puas

Jumat, 22 September 2017 21:26 WIB

Kami ucapkan terima kasih kepada DJKN. Kami cukup puas dengan pelaksanaan lelang kali ini karena sebagian besar terjual.