News / Daerah / Berita

Wakil Ketua DPRD Tak Ingin TKI Asal NTB Bertambah

akurat logo
Muslimin
Rabu, 16 Agustus 2017 17:26 WIB
Share
 
Wakil Ketua DPRD Tak Ingin TKI Asal NTB Bertambah
Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi. Istimewa

AKURAT.CO, Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu daerah penyumbang TKI terbanyak ketiga di Indonesia.

Wakil Ketua DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) Mori Hanafi mengatakan, banyak masalah yang dihadapi TKI asal NTB karena kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM).

“Peningkatan kapasitas dan kualitas para TKI yang akan bekerja di luar Negeri menjadi salah satu kunci yang harus dilakukan oleh Pemerintah,” kata Mori Hanafi di Mataram beberapa waktu lalu.

Dia mengaku, dirinya tidak ingin angka TKI bertambah tiap tahunya seperti data yang ada saat ini. “Saat ini anggran untuk pendidikan 20 persen, tapi sebagian besar habis untuk gaji. Seharusnya bisa dimaksimalkan juga fokus untuk peningkatan skill siswa didik. Terlebih SMK dan SMA saat ini telah menjadi kewenangan Provinsi,” ungkapnya.

Sebagian besar masyarakat NTB, kata dia, memilih untuk menjadi TKI di luar negeri, namun tidak memiliki keahlian sebagai bekal.

Selain itu, Wakil Ketua DPRD itu mengatakan, meski angka kemiskinan semakin berkuarang, namun secara kulitatif belum mampu dikurangi.

Oleh karena demikian, dia menawarkan solusi bahwa pemerintah harus fokus membanguin industri olahan yang bisa memunculkan multi efek terhadap sektor lain termasuk tenaga kerja.

“Fokus kebijakan itu harus dimulai dari aspek skill, pembinaan, penguatan, produksi serta pada aspek distribusinya,” jelas Mori Hanafi.

Dia mengatakan, perekonomian NTB beberapa tahun terakhir meningkat karena bidang Pariwisata. Tapi pemerintah tidak terlalu serius menggarap sektor pariwisata tersebut.

“Padahal pada sektor pariwisata ini sudah melingkupi industry-industri lain seperti perhotelan, restoran, serta sektor-sektor ekonomi lainnya masuk dalam sektor Pariwisata ini. Termasuk Pemerintah bisa melakukan intervensi terhadap sektor ini untuk menerima aspek produksi masyarakat seperti produksi daging, ayam, dan produksi para petani kita dengan harga yang signifikan,” pungkasnya.

Dalam bidang Pariwisata, ada sekitar 22 usaha mayarakat yang bisa dilibatkan. Dia menambahkan, hal tersebut akan berdampak positif bagi pertumbuhan perekonomian masyarakat. Selain itu juga akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

Tahun 2012, jumlah orang yang masuk ke NTB itu adalah sekitar 1 juta lebih. Dan pada tahun 2016, data dari Angkasa Pura, mengatakan angka itu meningkat menjadi 3 juta orang lebih.

“Pada tahun 2017 ini saja, total orang yang masuk ke NTB itu sudah mencapai angka 1,7 juta orang. Dan tidak menutup kemungkinan target 3,5 juta orang yang masuk ke NTB tahun ini bisa tercapai.

Mori Hanafi mengatakan, solusi untuk mengurangi angka kemiskinan yaitu, kebijakan pemerintah harus fokus meningkatkan kualitas industri olahan yang didukung oleh sektor pariwisata.

“Insya Alloh saya akan bekerjasama dengan Gubernur terpilih dan menyarankan agar kita bisa lebih fokus dengan aspek kekuatan potensi yang kita miliki dan kita fokus untuk menggarapnya,” ujarnya.[]


Editor. Iwan Setiawan

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Wali Kota Denpasar Tinjau Pengungsi Gunung Agung

Jumat, 22 September 2017 22:21 WIB

Wali Kota Denpasar, Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra meninjau warga masyarakat Karangasem yang melakukan pengungsian.


Dana Resepsi Pernikahan Dibawa Kabur, Polisi Buru Pemilik "Wedding Organizer"

Jumat, 22 September 2017 22:13 WIB

Tim saat ini sedang mengejar pelaku, dan identitasnya sudah diketahui, tinggal menunggu waktu untuk melakukan penangkapan terhadap Sidik .



Pegawai Kantor Imigrasi Sukabumi Tertangkap OTT

Jumat, 22 September 2017 22:08 WIB

Tersangka ditangkap bersama dua calo berinisial Ru dan ER di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi,


Tradisi Penghormatan Pada Tokoh Pertambangan Ala Jonan

Jumat, 22 September 2017 21:59 WIB

Arie Federik Lasut merupakan pahlawan nasional yang pada 28 September 1945 mengambil tindakan berani merebut kantor Chisitsu Chosasho.


70 Persen Tahanan Narkoba Pondok Rajeg Usia Produktif

Jumat, 22 September 2017 21:59 WIB

Narkoba yang paling banyak dikonsumsi napi yaitu ganja


Neraca Perdagangan Pertanian Surplus USD 10,98 Miliar

Jumat, 22 September 2017 21:53 WIB

Kementan mengatakan, Impor beras di awal 2016 kemarin merupakan luncuran dari sebagian kontrak impor beras Bulog pada 2015.


Mabes Polri Tangkap Kapal Pembawa Miras Ilegal di Riau

Jumat, 22 September 2017 21:51 WIB

Kapal KLM Sinar Indah Jaya GT 110 MO.1033/PPE yang diduga membawa minuman keras ilegal di Pelabuhan Kapal Sungai Juling, Kabupaten Kepulauan


PVMBG Naikkan Status Gunung Agung Jadi Awas

Jumat, 22 September 2017 21:46 WIB

"Melihat kondisi terakhir Gunung Agung, yang apinya sudah tinggi dan peningkatan kegempaannya juga sangat luar biasa" kata Kasbani.


Peduli Pengungsi Gunung Agung, Masyarakat Bisa Salurkan Bantuan Ke Pos Tanah Ampo

Jumat, 22 September 2017 21:42 WIB

Peduli Pengungsi Gunung Agung, Masyarakat Bisa Salurkan Bantuan Ke Pos Tanah Ampo


Gubernur Bali Minta Agar Segera Bangun Dapur Umum di Pengungsian

Jumat, 22 September 2017 21:38 WIB

Gubernur mengatakan, hal itu dilakukan agar tidak ada yang sakit akibat tidak mendapat asupan gizi.


Intermediasi Perbankan Lambat, Pertumbuhan Kredit Rendah Hanya 8,2 Persen

Jumat, 22 September 2017 21:38 WIB

Intermediasi perbankan belum menunjukkan perbaikan, pertumbuhan kredit Juli 2017 masih rendah yaitu tercatat 8,2% (yoy).


Ini Kriteria Cowok Idaman Indah Permatasari

Jumat, 22 September 2017 21:34 WIB

Indah tidak suka pria bertato.


Jika Sektor Ritel Membaik Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 2018

Jumat, 22 September 2017 21:28 WIB

Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2017 masih di kisaran 5,0-5,4% dan akan meningkat menjadi 5,1-5,5% pada 2018.


Lelang Barang Rampasan Laku Terjual, KPK Cukup Puas

Jumat, 22 September 2017 21:26 WIB

Kami ucapkan terima kasih kepada DJKN. Kami cukup puas dengan pelaksanaan lelang kali ini karena sebagian besar terjual.