News / Politik / Berita
Kasus Setya Novanto

Pengamat: Sudah Jadi Tersangka, Lebih Baik Novanto Lepaskan Jabatan

akurat logo
Ainurrahman
Senin, 17 Juli 2017 20:57 WIB
Share akurat gplus icon
 
Pengamat: Sudah Jadi Tersangka, Lebih Baik Novanto Lepaskan Jabatan
Pengamat politik Veri Muhlis Arifuzzaman menilai untuk kebaikan partai Golkar, Setnov harus segera melepaskan jabatannya selaku ketua DPR maupun Ketua Umum Partai Golkar. AKURAT.CO

AKURAT.CO, KPK telah menetapkan ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka ke empat dalam kasus korupsi e-KTP. Penetapan Setnov sebagai tersangka akan membawa konsekuensi etis dan hukum. Secara etis sebagai ketua DPR tentu tak elok tetap bertahan, demikian juga selaku ketua umum Partai Golkar.

Pengamat politik Veri Muhlis Arifuzzaman mengatakan seharusnya segera setelah ditetapkan tersangka, setnov harus mundur baik dari posisi sebagai ketua DPR maupun sebagai Ketum Golkar.

"Secara politis ini akan menyulitkan Golkar apalagi akan menghadapi pilkada serentak 2018 dan agenda politik terpenting berikutnya yakni Pileg dan Pilpres. Saya kira mundur dari posisi itu akan membuat para pembesar Golkar bisa cepat menyusun strategi bertahan dan bergerak," ujarnya.

Veri menambahkan, tuntutan etis dan politis membuat Setnov tak punya pilihan selain berkonsentrasi menghadapi kasus hukumnya. Direktur Konsepindo Research & Consulting ini menyarankan Setnov untuk juga segera mundur dari jabatan ketua DPR. 

"Saya menduga Golkar sudah mengantisipasi ini, jadi sangat mungkin mereka sudah siap, bahkan sampai pada persoalan siapa penggantinya sebagai ketua DPR termasuk kemungkinan diadakan pergantian ketua umum," pungkasnya.[]


Editor. Ridwansyah Rakhman

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Sebanyak 37 Calon Jamaah Haji dari Biak Numfor Siap Berangkat

Senin, 24 Juli 2017 11:27 WIB

Jamaah diminta untuk menjaga kesehatan dan fisik untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji dalam rangka menjalankan rukun Islam kelima.


Noda Hitam di Balik Perhargaan Kota Layak Anak Kota Bogor

Senin, 24 Juli 2017 11:27 WIB

Banyak kasus-kasus yang tidak tuntas, seperti yang dialami korban pencabulan di Kota Bogor bernama ML.


DPRD Minta Staf Ahli Dibayar Negara, Ini Jawaban Djarot

Senin, 24 Juli 2017 11:22 WIB

DPRD tak bisa disamakan dengan peran serupa anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) yang memiliki staf ahli.


BPS Catat Ekspor Rajutan Bali ke Hong Kong Capai 25,91 Persen

Senin, 24 Juli 2017 11:15 WIB

Barang rajutan tersebut mampu memberikan kontribusi sebesar 2,67 persen dari total ekspor Bali yang mencapai 50,841 juta dolar AS.


Ayu Ting Ting Akan Balik ke Pesbukers, Netizen Kembali Mencibir

Senin, 24 Juli 2017 10:58 WIB

Benarkah Ayu Ting Ting balik ke Pesbukers?


Hanura Akan Usung Jokowi di Pilpres 2019

Senin, 24 Juli 2017 10:49 WIB

Dukungan kepada Jokowi sendiri sebenarnya sudah disampaikan pada Munaslub 2016. Maka di Rapimnas, hal ini akan dikokohkan.


Bursa Saham Tiongkok Melemah di Awal Perdagangan

Senin, 24 Juli 2017 10:40 WIB

Indeks komposit Shanghai turun 0,22 persen menjadi diperdagangkan pada 3.230,90 poin.


YLK Imbau Masyarakat Hati-hati Membeli Beras

Senin, 24 Juli 2017 10:33 WIB

Peredaran beras oplosan dan beras plastik meresahkan masyarakat.


Djarot: PNS Anti Pancasila, Segera Angkat Kaki dari Indonesia!

Senin, 24 Juli 2017 10:27 WIB

PNS bekerja untuk mengabdi kepada negara.


Bursa Saham Seoul Dibuka Lebih Rendah

Senin, 24 Juli 2017 10:22 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun 2,87 poin atau 0,12 persen menjadi 2.447,19 poin


Hari Ini, Adik Andi Narogong Diperiksa KPK sebagai Saksi SN

Senin, 24 Juli 2017 10:16 WIB

KPK mulai menggarap peranan SN dalam kasus e-KTP.


Rayakan 2 Bulan Jadian, Netizen Anggap Rizky Febian Alay

Senin, 24 Juli 2017 10:10 WIB

Niat mau romantis, Rizky Febian dicibir netizen


Ketua MPR RI Kecam Keras Pembatasan Akses ke Masjid Al Aqsa

Senin, 24 Juli 2017 10:07 WIB

Ketua MPR mengatakan warga Palestina memiliki hak untuk bebas beribadah di masjidnya sendiri dan juga di tanah yang menjadi haknya.


Bursa Saham Tokyo Alami Penurunan di Awal Perdagangan

Senin, 24 Juli 2017 10:05 WIB

Indeks Nikkei 225 turun 176,51 poin atau 0,88 persen dari tingkat penutupan Jumat (21/7) menjadi diperdagangkan pada 19.923,24 poin.


Sudah Jelas, HTI Tak Setuju dengan Sistem Demokrasi

Senin, 24 Juli 2017 10:01 WIB

Sistem demokrasi tidaklah sesuai dengan asas syariat Islam yang dianut.