News / Hukum / Berita
Kasus Setya Novanto

Penetapan Setya Novanto Jadi Tersangka Karena Pansus Angket KPK?

akurat logo
Arief Munandar
Senin, 17 Juli 2017 20:42 WIB
Share akurat gplus icon
 
Penetapan Setya Novanto Jadi Tersangka Karena Pansus Angket KPK?
Ketua DPR RI Setya Novanto yang menjadi tersangka dalam kasus korupsi e-KTP. AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP. Penetapan tersangka ini terjadi saat DPR sedang menggulirkan Pansus Angket terhadap KPK.

Ketua KPK, Agus Rahadjo membantah anggapan bahwa penetapan ini dilakukan karena DPR membentuk Pansus Angket KPK. Meski menurutnya, keberadaan Pansus Angket KPK membuat pihaknya semakin bersemangat untuk menuntaskan kasus korupsi yang merugikan negara Rp 2,3 triliun tersebut.

"Dan ini sama sekali tidak terkait dengan pansus yang sekarang bekerja," kata Agus dalam jumpa pers di Gedung KPK, Senin (17/17).

Agus menuturkan, pihaknya tidak terpengaruh dengan keberadaan Pansus Angket KPK yang sedang berjalan di DPR.

"Sebagaimana saya sampaikan beberapa kali, satu-satunya cara (menghadapi Pansus) adalah KPK percepat kerjanya, meningkatkan performance, untuk menunjukkan ke masyarakat kita tidak terpengaruh dengan itu," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Agus membeberkan sejumlah alasan yang menyebabkan pihaknya menetapkan Ketua Umum Golkar tersebut sebagai tersangka. Pertama sebelum ditetapkan tersangka KPK mencermati fakta persidangan dari keterangan 2 terdakwa.  Kedua, Setya Novanto diduga menggunakan kewenangannya dengan tujuan untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain.

Ketiga, Setya Novanto disinyalir memiliki peran dalam kasus tersebut. Mulai dari perencanaan hingga pengadaan barang dan jasa

Ketua KPK Agus Rahardjo membeberkan poin-poin yang menyebabkan KPK menetapkan Ketua DPR Setya Novanto. 

"Melalui AA diduga memiliki peran baik perencanan, pembahasan di DPR, proses pengadaan barang jasa," paparmya. 

Keempat, Setya Novanto melalui orang yang sama AA diduga telah mengakomodir peserta, sehingga dapat menentukan pemenang pengadaan KTP elektronik terswbut. 

Kelima, bukti yang meyakinkan KPK ialah terungkap fakta bahwa proyek itu memang sudah direncanakan. 

"Sebagaimana terungkap fakta, diduga sudah direncanakan di pengadaan dan penganggaran," pungkasnya.[]

 


Editor. Sunardi Panjaitan

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Sandiaga Uno Ajak Gojek dan Perusahaan E-Commerce Lain Melantai di Bursa

Senin, 24 Juli 2017 11:32 WIB

Tidak ada alasan bagi para pebisnis UMKM untuk masuk di papan bursa.


Sebanyak 37 Calon Jamaah Haji dari Biak Numfor Siap Berangkat

Senin, 24 Juli 2017 11:27 WIB

Jamaah diminta untuk menjaga kesehatan dan fisik untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji dalam rangka menjalankan rukun Islam kelima.


Noda Hitam di Balik Perhargaan Kota Layak Anak Kota Bogor

Senin, 24 Juli 2017 11:27 WIB

Banyak kasus-kasus yang tidak tuntas, seperti yang dialami korban pencabulan di Kota Bogor bernama ML.


DPRD Minta Staf Ahli Dibayar Negara, Ini Jawaban Djarot

Senin, 24 Juli 2017 11:22 WIB

DPRD tak bisa disamakan dengan peran serupa anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) yang memiliki staf ahli.


BPS Catat Ekspor Rajutan Bali ke Hong Kong Capai 25,91 Persen

Senin, 24 Juli 2017 11:15 WIB

Barang rajutan tersebut mampu memberikan kontribusi sebesar 2,67 persen dari total ekspor Bali yang mencapai 50,841 juta dolar AS.


Ayu Ting Ting Akan Balik ke Pesbukers, Netizen Kembali Mencibir

Senin, 24 Juli 2017 10:58 WIB

Benarkah Ayu Ting Ting balik ke Pesbukers?


Hanura Akan Usung Jokowi di Pilpres 2019

Senin, 24 Juli 2017 10:49 WIB

Dukungan kepada Jokowi sendiri sebenarnya sudah disampaikan pada Munaslub 2016. Maka di Rapimnas, hal ini akan dikokohkan.


Bursa Saham Tiongkok Melemah di Awal Perdagangan

Senin, 24 Juli 2017 10:40 WIB

Indeks komposit Shanghai turun 0,22 persen menjadi diperdagangkan pada 3.230,90 poin.


YLK Imbau Masyarakat Hati-hati Membeli Beras

Senin, 24 Juli 2017 10:33 WIB

Peredaran beras oplosan dan beras plastik meresahkan masyarakat.


Djarot: PNS Anti Pancasila, Segera Angkat Kaki dari Indonesia!

Senin, 24 Juli 2017 10:27 WIB

PNS bekerja untuk mengabdi kepada negara.


Bursa Saham Seoul Dibuka Lebih Rendah

Senin, 24 Juli 2017 10:22 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun 2,87 poin atau 0,12 persen menjadi 2.447,19 poin


Hari Ini, Adik Andi Narogong Diperiksa KPK sebagai Saksi SN

Senin, 24 Juli 2017 10:16 WIB

KPK mulai menggarap peranan SN dalam kasus e-KTP.


Rayakan 2 Bulan Jadian, Netizen Anggap Rizky Febian Alay

Senin, 24 Juli 2017 10:10 WIB

Niat mau romantis, Rizky Febian dicibir netizen


Ketua MPR RI Kecam Keras Pembatasan Akses ke Masjid Al Aqsa

Senin, 24 Juli 2017 10:07 WIB

Ketua MPR mengatakan warga Palestina memiliki hak untuk bebas beribadah di masjidnya sendiri dan juga di tanah yang menjadi haknya.


Bursa Saham Tokyo Alami Penurunan di Awal Perdagangan

Senin, 24 Juli 2017 10:05 WIB

Indeks Nikkei 225 turun 176,51 poin atau 0,88 persen dari tingkat penutupan Jumat (21/7) menjadi diperdagangkan pada 19.923,24 poin.