News / Hukum / Berita

Sebelum Jadi Tersangka, Novanto Sempat Kirim Hak Jawab ke Koran Tempo

akurat logo
Ridwansyah Rakhman
Senin, 17 Juli 2017 20:28 WIB
Share akurat gplus icon
 
Sebelum Jadi Tersangka, Novanto Sempat Kirim Hak Jawab ke Koran Tempo
Setya Novanto saat memberi sambutan pada acara buka puasa bersama beberapa waktu lalu. AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Ketua DPR RI, Setya Novanto sempat mengirimkan hak jawab terhadap redaksi Koran Tempo yang dinilai memberitakan dirinya secara berlebihan dan tendensius.

Salah satu berita yang dinilai tidak berdasar oleh Novanto adalah judul di koran Tempo yang bertuliskan “KPK Kejar Bukti Keterlibatan Setya Novanto ke Amerika”

Dalam artikel tersebut ditulis “Kami [KPK] kirim penyidik ke luar negeri karena ada saksi di sana yang sangat penting”, yang dilanjutkan kalimat penutup paragraph. Agus [Rahardjo] enggan mengungkap detail identitas saksi, lokasi pemeriksaan, dan bukti baru yang diperoleh penyidik.

“Bila Ketua KPK saja faktanya tidak pernah mengungkap identitas saksi dimaksud, maka apa yang menjadi dasar bagi Redaksi Tempo menggunakan informasi dari sumber anonim yang para pembaca Koran Tempo tidak akan pernah mengetahui kebenaran isi maupun apakah sumber tersebut benar ada. Judul tersebut juga sangat merusak nama baik saya secara pribadi maupun sebagai Ketua DPR-RI dan Ketua Umum Partai Golkar,” tulis Novanto kepada Redaksi Koran Tempo yang juga ditembuskan ke Ketua Dewan Pers dan Kapolri.

Setya Novanto juga merasa tidak pernah dimintai konfirmasi oleh Redaksi Koran Tempo terkait pemberitaan tersebut, padahal dirinya merupakan obyek pemberitaan. Hal tersebut tentu menjadi bukti kerja jurnalistik yang tidak professional.

Perbuatan Tempo ini tentu melanggar asas cover both side yang seharusnya dijalankan Koran Tempo sebagai media profesional. Prinsip ini wajib dijalankan Tempo agar menampilkan berita yang berimbang. Artinya Tempo telah berbuat tidak adil dan gagal menampilkan fakta serta sudut pandang yang relevan terkait kasus e-KTP,” ujar Novanto dalam keterangan Pers yang diterima redaksi AKURAT.CO.[]


Editor. Ridwansyah Rakhman

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

DPRD Minta Staf Ahli Dibayar Negara, Ini Jawaban Djarot

Senin, 24 Juli 2017 11:22 WIB

DPRD tak bisa disamakan dengan peran serupa anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) yang memiliki staf ahli.


BPS Catat Ekspor Rajutan Bali ke Hong Kong Capai 25,91 Persen

Senin, 24 Juli 2017 11:15 WIB

Barang rajutan tersebut mampu memberikan kontribusi sebesar 2,67 persen dari total ekspor Bali yang mencapai 50,841 juta dolar AS.


Ayu Ting Ting Akan Balik ke Pesbukers, Netizen Kembali Mencibir

Senin, 24 Juli 2017 10:58 WIB

Benarkah Ayu Ting Ting balik ke Pesbukers?


Hanura Akan Usung Jokowi di Pilpres 2019

Senin, 24 Juli 2017 10:49 WIB

Dukungan kepada Jokowi sendiri sebenarnya sudah disampaikan pada Munaslub 2016. Maka di Rapimnas, hal ini akan dikokohkan.


Bursa Saham Tiongkok Melemah di Awal Perdagangan

Senin, 24 Juli 2017 10:40 WIB

Indeks komposit Shanghai turun 0,22 persen menjadi diperdagangkan pada 3.230,90 poin.


YLK Imbau Masyarakat Hati-hati Membeli Beras

Senin, 24 Juli 2017 10:33 WIB

Peredaran beras oplosan dan beras plastik meresahkan masyarakat.


Djarot: PNS Anti Pancasila, Segera Angkat Kaki dari Indonesia!

Senin, 24 Juli 2017 10:27 WIB

PNS bekerja untuk mengabdi kepada negara.


Bursa Saham Seoul Dibuka Lebih Rendah

Senin, 24 Juli 2017 10:22 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun 2,87 poin atau 0,12 persen menjadi 2.447,19 poin


Hari Ini, Adik Andi Narogong Diperiksa KPK sebagai Saksi SN

Senin, 24 Juli 2017 10:16 WIB

KPK mulai menggarap peranan SN dalam kasus e-KTP.


Rayakan 2 Bulan Jadian, Netizen Anggap Rizky Febian Alay

Senin, 24 Juli 2017 10:10 WIB

Niat mau romantis, Rizky Febian dicibir netizen


Ketua MPR RI Kecam Keras Pembatasan Akses ke Masjid Al Aqsa

Senin, 24 Juli 2017 10:07 WIB

Ketua MPR mengatakan warga Palestina memiliki hak untuk bebas beribadah di masjidnya sendiri dan juga di tanah yang menjadi haknya.


Bursa Saham Tokyo Alami Penurunan di Awal Perdagangan

Senin, 24 Juli 2017 10:05 WIB

Indeks Nikkei 225 turun 176,51 poin atau 0,88 persen dari tingkat penutupan Jumat (21/7) menjadi diperdagangkan pada 19.923,24 poin.


Sudah Jelas, HTI Tak Setuju dengan Sistem Demokrasi

Senin, 24 Juli 2017 10:01 WIB

Sistem demokrasi tidaklah sesuai dengan asas syariat Islam yang dianut.


Bursa Saham Australia Melemah di Awal Perdagangan

Senin, 24 Juli 2017 09:59 WIB

Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 48,60 poin atau 0,85 persen menjadi 5.674,20 poin.


HTI Dinilai Selalu Tebar Benih Permusuhan pada Siapapun

Senin, 24 Juli 2017 09:50 WIB

Orang yang tidak sepaham dengan pemikirannya akan dicap kafir.