News / Hankam / Berita

Ketua DPR: Pemblokiran Situs Telegram Sudah Tepat

akurat logo
Dedi Ermansyah
Senin, 17 Juli 2017 17:33 WIB
Share akurat gplus icon
 
Ketua DPR: Pemblokiran Situs Telegram Sudah Tepat
Ketua DPR Setya Novantosaat menghadiri panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, beberapa waktu lalu. AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Ketua DPR RI Setya Novanto menilai kebijakan Kemenkominfo memblokir situs dan saluran aplikasi Telegram sudah tepat.

"Pemblokiran situs atau aplikasi telegram di website oleh pemerintah sudah tepat karena didalamnya banyak konten berisi ajakan bergabung dengan kelompok teroris ,tata cara membuat bom dan lain sebagainya," kata Novanto di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (17/7).

Menurut dia, hal tersebut sangat berbahaya dan mengancam seluruh sendi kehidupan serta keamanan berbangsa bernegara dan rakyat Indonesia.

"Jangan sampai paham terorisme melalui situs seperti ini semakin menyebar di Indonesia melalui alat komunikasi dan informasi seperti smartphone atau komputer yang sangat murah dan dapat beli dimana saja , sehingga mudah diakses oleh siapapun," tegasnya.

Diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir Telegram karena dianggap memuat banyak konten soal radikalisme.

Menteri Kominfo, menjelaskan pemblokiran Telegram harus dilakukan karena banyak sekali kanal di layanan tersebut yang bermuatan negatif.

Konten negatif yang dimaksud antara lain propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, gambar tak senonoh, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.[]


Editor. Ridwansyah Rakhman

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Sebanyak 37 Calon Jamaah Haji dari Biak Numfor Siap Berangkat

Senin, 24 Juli 2017 11:27 WIB

Jamaah diminta untuk menjaga kesehatan dan fisik untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji dalam rangka menjalankan rukun Islam kelima.


Noda Hitam di Balik Perhargaan Kota Layak Anak Kota Bogor

Senin, 24 Juli 2017 11:27 WIB

Banyak kasus-kasus yang tidak tuntas, seperti yang dialami korban pencabulan di Kota Bogor bernama ML.


DPRD Minta Staf Ahli Dibayar Negara, Ini Jawaban Djarot

Senin, 24 Juli 2017 11:22 WIB

DPRD tak bisa disamakan dengan peran serupa anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) yang memiliki staf ahli.


BPS Catat Ekspor Rajutan Bali ke Hong Kong Capai 25,91 Persen

Senin, 24 Juli 2017 11:15 WIB

Barang rajutan tersebut mampu memberikan kontribusi sebesar 2,67 persen dari total ekspor Bali yang mencapai 50,841 juta dolar AS.


Ayu Ting Ting Akan Balik ke Pesbukers, Netizen Kembali Mencibir

Senin, 24 Juli 2017 10:58 WIB

Benarkah Ayu Ting Ting balik ke Pesbukers?


Hanura Akan Usung Jokowi di Pilpres 2019

Senin, 24 Juli 2017 10:49 WIB

Dukungan kepada Jokowi sendiri sebenarnya sudah disampaikan pada Munaslub 2016. Maka di Rapimnas, hal ini akan dikokohkan.


Bursa Saham Tiongkok Melemah di Awal Perdagangan

Senin, 24 Juli 2017 10:40 WIB

Indeks komposit Shanghai turun 0,22 persen menjadi diperdagangkan pada 3.230,90 poin.


YLK Imbau Masyarakat Hati-hati Membeli Beras

Senin, 24 Juli 2017 10:33 WIB

Peredaran beras oplosan dan beras plastik meresahkan masyarakat.


Djarot: PNS Anti Pancasila, Segera Angkat Kaki dari Indonesia!

Senin, 24 Juli 2017 10:27 WIB

PNS bekerja untuk mengabdi kepada negara.


Bursa Saham Seoul Dibuka Lebih Rendah

Senin, 24 Juli 2017 10:22 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun 2,87 poin atau 0,12 persen menjadi 2.447,19 poin


Hari Ini, Adik Andi Narogong Diperiksa KPK sebagai Saksi SN

Senin, 24 Juli 2017 10:16 WIB

KPK mulai menggarap peranan SN dalam kasus e-KTP.


Rayakan 2 Bulan Jadian, Netizen Anggap Rizky Febian Alay

Senin, 24 Juli 2017 10:10 WIB

Niat mau romantis, Rizky Febian dicibir netizen


Ketua MPR RI Kecam Keras Pembatasan Akses ke Masjid Al Aqsa

Senin, 24 Juli 2017 10:07 WIB

Ketua MPR mengatakan warga Palestina memiliki hak untuk bebas beribadah di masjidnya sendiri dan juga di tanah yang menjadi haknya.


Bursa Saham Tokyo Alami Penurunan di Awal Perdagangan

Senin, 24 Juli 2017 10:05 WIB

Indeks Nikkei 225 turun 176,51 poin atau 0,88 persen dari tingkat penutupan Jumat (21/7) menjadi diperdagangkan pada 19.923,24 poin.


Sudah Jelas, HTI Tak Setuju dengan Sistem Demokrasi

Senin, 24 Juli 2017 10:01 WIB

Sistem demokrasi tidaklah sesuai dengan asas syariat Islam yang dianut.