News / Hukum / Berita

Akademisi Ini Tawarkan Pendekatan Baru Pemberantasan Terorisme

akurat logo
Ainurrahman
Senin, 19 Juni 2017 22:41 WIB
Share
 
Akademisi Ini Tawarkan Pendekatan Baru Pemberantasan Terorisme
Akademisi Universitas Indonesia, Siti Napsiyah Ariefuzzaman. Istimewa

AKURAT.CO, Persoalan pemberantasan terorisme terus menjadi ikhtiar semua pihak termasuk para akademisi. Ini karena ternyata penjara nyaris tidak memberi deterrance effect atau tidak membuat jera, kapok para pelakunya.

Pada beberapa kasus, penjara justru menjadi school of radicalism, semacam kawah candradimuka bagi para teroris. Keluar dari penjara justru jadi semakin keras pahamnya dan kembali melakukan teror.

"Penjara belum berhasil membuat teroris sadar dan bertaubat sehingga upaya pemberantasan terorisme terhambat," kata Siti Napsiyah Ariefuzzaman pada sidang promosi doktor bidang Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Senin (19/6).

Disertasi berjudul "Pendekatan Integratif dalam Pembinaan Narapidana Kasus Terorisme: Studi Kasus Lembaga Pemasyarakatan Klas I Cipinang dan Balai Pemasyarakatan Jakarta Timur-Utara" yang ditulis Siti Napsiyah ini menawarkan pendekatan baru yang disebutnya Social Work Integrative Approach yaitu suatu pendekatan yang melibatkan lintas profesi, lintas disipilin ilmu, yang dilakukan secara komprehensif pada level mikro, mezzo dan makro. Dengan pendekatan ini seorang narapidana teroris akan mendapatkan pembinaan secara terencana dan sistematis yang melibatkan petugas lapas, ahli agama, psikolog, kriminolog ditambah social worker (pekerja sosial).

"Social worker bisa menjadi  case manager (manajer kasus) yang bertanggungjawab atas penanganan seorang narapidana sampai tuntas. Tuntas dalam pengertian selama di lapas mendapat pembinaan, ada program deradikalisasi, rehabilitasi, reintegrasi dan reentry. Seorang terpidana teroris diharapkan kembali ke masyarakat, diterima oleh masyarakat dan berperan dalam masyarakat," jelas dosen kesejahteraan sosial UIN Jakarta ini.

Napsiyah menekankan pentingnya melibatkan pekerja sosial (social worker) dalam pemberantasan terorisme. Lapas bisa menerima sarjana kesejahteraan sosial, Bapas juga bisa menerima social worker untuk pendamping kemasyarakatan. "Selama ini peran pekerja sosial sudah diakui dan diakomodir oleh negara di bidang perlindungan anak, disabilitas dan program kesejahteraan keluarga. Dengan melibatkan social work dalam program pemberantasan terorisme khususnya dalam pembinaan terpidana teroris di Lapas dan Bapas, diharapkan bisa mendorong keberhasilan program secara lebih nyata," ungkapnya.

Promosi doktor Siti Napsiyah Ariefuzzaman ini menghadirkan panel penguji yang dipimpin oleh ketua sidang Prof. Dr. Isbandi Rukminto Adi. Adapun penguji lainnya adalah Prof. Dr. Jamhari Makruf (UIN Jakarta), Dr. Makmur Sunusi (Kemntrian Sosial RI), Fentini Nugroho Ph.D (Kesos UI) dan Dr. Eva Anjani, SH. MH (Fakultas Hukum UI). Sementara Promotor adalah Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono, M.Sc dan Ko-Promotor, Dr. Mohammad Kemal Dermawan, M.Si.

Napsiyah dinyatakan lukus dengan predikat sangat memuaskan dan menjadi Doktor ke-39 Fakultas Ilmu Sosial dan Poliitk Pascasarjana UI. Napsiyah tercatat menyelesaikan baster of social work (BSW) dan master of social work (MSW) di Mc.Gill University, Montreal, Kanada. Napsiyah juga merupakan sarjana Fakwah UIN Jakarta dan santri jebolan Ponpes Daar el-Qolam, Banten. Dengan latar belakang tersebut Prof. Bambang S. Lakamono menyatakan sangat ideal jika sarjana muslim santri sekaligus social worker terlibat dalam program pemberantasan terorisme.[]


Editor. Ridwansyah Rakhman

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Jember Disiapkan jadi Embarkasi Haji Antara

Senin, 21 Agustus 2017 00:21 WIB

Pengembangan bandara yang nantinya bisa menambah kapasitas penumpang akan memudahkan jemaah calon haji dan umrah menuju Tanah Suci


Chelsea Berjaya di Kandang Spurs

Senin, 21 Agustus 2017 00:16 WIB

The Blues berhasil unggul 2-1 dalam laga bertajuk Derby London itu.


Polisi Selidiki Bentrok Gojek Vs Sopir Taksi Konvensional di Pekanbaru

Minggu, 20 Agustus 2017 23:56 WIB

"Pelaku dalam lidik baik dari sopir taksi konvensional maupun dari yang 'online'," kata Kepala Polresta Pekanbaru


Buntut Insiden Bendera Terbalik, Puluhan Situs Malaysia Diretas

Minggu, 20 Agustus 2017 23:39 WIB

Setelah Malaysia dihujat habis-habisan di media sosial, kini puluhan situs asal Negeri Jiran itu juga diretas.


Bentrokan Gojek Vs Supir Taksi Konvensional Kembali Pecah

Minggu, 20 Agustus 2017 23:30 WIB

Meski sempat damai, bentrokan antara pengemudi Gojek, dengan supir taksi konvensional di Pekanbaru kembali terulang lagi



PB GSN Sebut Bendera Terbalik Merupakan Kebodohan Malaysia

Minggu, 20 Agustus 2017 23:02 WIB

PB GSN mengecam kecerobohan Malaysia atas Lambang Negara Indonesia Bendera Merah Putih yang terpasang terbalik dalam buku panduan SEA Games


Babak I: Tendangan Bebas Alonso Bawa Chelsea Unggul di Derby London

Minggu, 20 Agustus 2017 23:02 WIB

Marcos Alonso berhasil membobol gawang Tottenham yang dikawal Hugo Lloris lewat tendangan bebas.


Ini Rahasia Sukses Jenderal Sudirman Lancarkan Perang Gerilya

Minggu, 20 Agustus 2017 22:48 WIB

Dengan perlawanannya, Jenderal Sudirman berhasil meyakinkan dunia internasional bahwa Indonesia masih ada


Telur Fungsional Cegah Penyakit Jantung

Minggu, 20 Agustus 2017 22:39 WIB

Antioksidan dan omega 3 bisa ditemukan dalam telur unggas.


Cucu Soekarno Kecam Keras Kecerobohan Malaysia Soal Bendera Indonesia

Minggu, 20 Agustus 2017 22:23 WIB

Puti Guntur Soekarno, mengecam keras kecerobohan Malaysia atas terbaliknya Lambang Negara Indonesia Bendera Merah Putih diSea Games 2017


Golkar Apresiasi Pemerintah Terkait Program Sertifikasi Tanah

Minggu, 20 Agustus 2017 22:12 WIB

Program pemerintah memberikan sertifikat hak atas tanah berdampak mempersempit kesenjangan ekonomi di masyarakat.


Dapat Kartu Kuning, Evan Dimas: Saya Kecewa

Minggu, 20 Agustus 2017 22:07 WIB

Evan mengaku tidak mengerti apa pertimbangan wasit memberikan kartu kuning kepada dirinya.


Hadiri Lomba Selancar Kelas Dunia, AHY Memuji Keindahan Pantai Pacitan

Minggu, 20 Agustus 2017 21:59 WIB

Senang sekali saya diundang ke pantai Watu Karung ini. Sepanjang mata memandang indah sekali.


Yeri Ramadona Sumbang Perunggu dari Cabang Boling

Minggu, 20 Agustus 2017 21:52 WIB

Yeri gagal mengalahkan dua peboling Malaysia yaitu Rafiq Ismail dan Adrian Ang yang akhirnya meraih medali emas dan perak untuk tuan rumah.