News / Hankam / Berita

Panglima TNI Minta Kopassus Siap Hadapi Ancaman yang Kian Berkembang

akurat logo
Deni Muhtarudin
Senin, 16 April 2018 19:33 WIB
Share
 
Panglima TNI Minta Kopassus Siap Hadapi Ancaman yang Kian Berkembang
Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, saat di acara Perayaan HUT ke-66 Kopassus di Makopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Senin (16/4). Dok. Puspen TNI

AKURAT.CO, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto meminta Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) agar mampu mengantisipasi berbagai perkembangan yang terkait dengan bidang tugasnya dan jangan mudah berpuas diri serta larut dalam kebanggaan semata

Sebab, menurut Hadi, setiap tugas yang dipercayakan kepada Kopassus ibaratnya pertaruhan besar bukan hanya bagi TNI melainkan juga bagi bangsa Indonesia.

"Untuk itu, Kopassus harus mampu dan terus berinovasi serta beradaptasi menyikapi berbagai perkembangan jaman. Prajurit Kopassus harus menjadi pelopor dan berada di ujung terdepan dalam hal inovasi-inovasi terkait operasi khusus di tubuh TNI," ungkapnya Syukuran HUT ke-66 Kopassus dengan tema 'Mewujudkan Prajurit Kopassus Yang Disiplin, Profesional dan Dicintai Rakyat Dengan Dilandasi Akhlak, Moralitas dan Integritas' di Gedung Balai Komando, Cijantung, Jakarta Timur, Senin (16/4).

Hadi menyampaikan bahwa 66 tahun yang lalu, Kopassus lahir dari sebuah tekad dan pemikiran seorang Slamet Riyadi, pemuda berusia 23 tahun dengan analisa kritisnya telah mampu memikirkan arti penting dimilikinya suatu satuan kecil berkemampuan khusus.

"Saat ini, mungkin kita tidak terlalu menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa. Namun demikian, jika dikaitkan dengan konteks yang terjadi saat itu, maka pemikiran Slamet Riyadi pada hakekatnya merupakan lompatan inovatif di zamannya," ujanya.

Lebih lanjut, Hadi mengatakan bahwa Prajurit Kopassus harus mampu memadukan kekuatan mental dan fisik prajurit Komando dengan penerapan teknologi mutakhir. Menurutnya, kekuatan mental dan fisik adalah kapital dasar yang standarnya harus senantiasa dipelihara, namun dengan tetap memiliki daya inovasi dan adaptasi.

"Dengan memelihara kemampuan mental dan fisik serta menerapkan teknologi maju secara tepat, maka kita telah memberikan peluang terbaik bagi anggota Pasukan Khusus untuk berhasil dalam melaksanakan berbagai misi," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Hadi mengatakan bahwa selama 66 tahun perjalanan pengabdian, satuan Kopassus telah menorehkan catatan tinta emas dalam mengemban setiap misi yang dipercayakan oleh negara diantaranya Penumpasan DI/TII, PRRI/Permesta, Operasi Dwikora, Operasi Trikora, Penumpasan G 30 S/PKI, Operasi Woyla, Operasi Mapenduma, Operasi Somalia, Operasi Tinombala, sampai pada Operasi Pembebasan Sandera di Banti Papua akhir tahun 2017 yang lalu.

"Keberhasilan pada berbagai palagan tersebut mencerminkan kualitas perorangan maupun satuan Kopassus yang dilandasi nilai-nilai ksatria, militansi, loyalitas, dan tentunya profesionalisme," ungkapnya.

Menurut Hadi, selama ini prajurit-prajurit Kopassus memiliki tiga hal yang menjadi prinsip dalam bertindak yaitu Berani, Benar dan Berhasil. Berani karena memiliki jiwa Ksatria dan Militansi yang tinggi, Benar karena Loyalitas yang tegak lurus dalam rantai komando dan Berhasil karena selama 66 tahun Kopassus selalu menerapkan profesionalisme sebagai suatu nilai yang tidak ditawar-tawar lagi, baik dalam setiap kegiatan operasi maupun latihan.

"Saya berpesan agar prajurit-prajurit Kopassus tidak menjadi prajurit yang tinggi hati dan jauh dari rakyat dengan segala kecakapan dan semua prestasi yang telah diraih. Ingatlah, bahwa seluruh keberhasilan dan prestasi Kopassus tidak mungkin diraih tanpa dukungan dan doa dari seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.[]


Editor. Iwan Setiawan

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

KPU Bekasi Mulai Lakukan Pengadaan Logistik Pilkada

Kamis, 26 April 2018 06:38 WIB

Kita mulai melakukan pengadaan logistik untuk kelengkapan Tempat Pemungutan Suara (TPS).


Pengamat: BI Jangan Alergi Naikkan Suku Bunga, Agar Rupiah Selamat

Kamis, 26 April 2018 06:37 WIB

Kenaikan suku bunga acuan bisa menjadi salah satu upaya yang dilakukan BI untuk menekan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.


Kurangi Serangan Panik dengan Cara Ini

Kamis, 26 April 2018 06:30 WIB

Berikut ini beberapa tipsnya untuk mengatasi panik.


Bagaimana Kehidupan Seks Pasangan yang Selisih 25 Tahun? Ini Ceritanya

Kamis, 26 April 2018 06:25 WIB

Mereka sama-sama menyukai musik.


Forhati Minta DPR Atur Sanksi LGBT dalam Revisi UU KUHP

Kamis, 26 April 2018 06:20 WIB

Forhati khawatir sanksi ini akan "sepi-sepi saja" sampai RUU KUHP disetujui jadi undang-undang baru.


Sony Rilis Aksesoris Game untuk HP Seri Xperia dan PlayStation

Kamis, 26 April 2018 06:20 WIB

X Mount adalah aksesoris game terkini yang dirilis Sony untuk perangkat Xperia dan juga PlayStation.


WhatsApp Batasi Pengguna Di Bawah Umur 16 Tahun

Kamis, 26 April 2018 06:15 WIB

Sebelumnya, usia pengguna WhatsApp minimal 13 tahun. Kini, aturan itu berubah. Pengguna harus minimal harus berusia 16 tahun.


Gatot Nurmantyo Optimis Indonesia Jadi Negara yang Kuat

Kamis, 26 April 2018 06:05 WIB

Indonesia kuat jika kita semua optimistis.


Cedera Lutut Pupuskan Asa Chambo Tampil di Piala Dunia

Kamis, 26 April 2018 06:05 WIB

Dia mengalami cedera ligamen lutut


Rekomendasi Panja DPR Terkait TKA Tak Dijalankan Pemerintah

Kamis, 26 April 2018 05:50 WIB

Kita dulu punya namanya Panja pengawasan TKA, rekomendasi kita adalah membuat Satgas pengawasan.


Ketua Dewan Minta Pemerintah Aceh Tangani Serius Ledakan Sumur Minyak

Kamis, 26 April 2018 05:25 WIB

Harapan kita kepada Pemerintah Aceh, khususnya Pemkab Aceh Timur agar segera mengerahkan bantuan.


Saat Diboyong MU, Pemain Ini Mengaku Linglung

Kamis, 26 April 2018 05:10 WIB

Dari Palace, ke MU, kembali ke Palace


Korban Tewas Akibat Ledakan Sumur Minyak Bertambah Jadi 19 Orang

Kamis, 26 April 2018 05:05 WIB

Yang meninggal hingga saat ini berjumlah 19 orang.


Survei KedaiKOPI: Gatot Nurmantyo Capres Alternatif selain Jokowi dan Prabowo

Kamis, 26 April 2018 04:50 WIB

Dari hasil survei elektabilitas Gatot Nurmantyo (27,4 persen).


DPR: Terlalu Dini Mengaitkan Pertemuan Jokowi-PA 212 dengan Pilpres

Kamis, 26 April 2018 04:30 WIB

Pertemuan itu konteksnya agar tidak ada kegaduhan dan suhu politik tidak terlalu panas, maka sah-sah saja.