Polisi Tangkap Lima Pelaku Pengeroyokan Anak Punk di Bekasi

akurat logo
Setiawan
Senin, 16 April 2018 19:19 WIB
Share
 
Polisi Tangkap Lima Pelaku Pengeroyokan Anak Punk di Bekasi
Polisi menunjukkan barang bukti yang digunakan para pelaku untuk menganiaya korban. AKURAT.CO/Setiawan

AKURAT.CO, Kepolisian sektor (Polsek) Cikarang Selatan menangkap empat pelaku pembunuhan anak punk, Senin (16/4).

Kelimanya ditangkap usai korban berinisial W (18) tewas di Jalan Raya Cikarang-Cibarusah, Kampung Cijambe RT 007 RW 03, Desa Sukadami, Cikarang Selatan, Kabupten Bekasi pada 8 April 2018 lalu.

Kapolsek Cikarang Selatan, Kompol Alin Kuncoro mengatakan, kelimanya tersangka yang diamankan yakni AR (23), JJ (16), MAP (14) dan AFB (16). Namun, kata Alin, masih mengejar satu pelaku launnya berinisial D.

"Pelaku inisial JJ ditangkap di Bogor, dari keterangan JJ dilakukan pengembangan beberapa teman dari JJ di daerah Sumedang yakni AR, MAP, dan AFB," kata Alin.

Lebih lanjut, Alin menjelaskan, kelima pelaku melakukan tindak aniaya dengan berbagai cara hingga korban tewas lantaran kehabisan darah. Korban sendiri mendapatkan luka pada bagian pinggang, kepala, dan di kuping.

"Motifnya saat itu JJ mendengar bahwa AR diejek oleh korban W, saat pulang JJ, AFB, dan MAP datang ke TKP dan AR melakukan pelemparan batu bata merah dan menusuk korban dengan tanduk rusa, kemudian tanduk tersebut diberikan MAP dan nusuk bagian pinggang, AFB menendang korban sebanyak 3 kali, sodara JJ memukul korban menggunakan batu bata mengenai kepala korban," terang Alin kepada awak media.

Kini para pelaku dikenakan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.[]


Editor. Iwan Setiawan

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Kurangi Serangan Panik dengan Cara Ini

Kamis, 26 April 2018 06:30 WIB

Berikut ini beberapa tipsnya untuk mengatasi panik.


Bagaimana Kehidupan Seks Pasangan yang Selisih 25 Tahun? Ini Ceritanya

Kamis, 26 April 2018 06:25 WIB

Mereka sama-sama menyukai musik.


Forhati Minta DPR Atur Sanksi LGBT dalam Revisi UU KUHP

Kamis, 26 April 2018 06:20 WIB

Forhati khawatir sanksi ini akan "sepi-sepi saja" sampai RUU KUHP disetujui jadi undang-undang baru.


Sony Rilis Aksesoris Game untuk HP Seri Xperia dan PlayStation

Kamis, 26 April 2018 06:20 WIB

X Mount adalah aksesoris game terkini yang dirilis Sony untuk perangkat Xperia dan juga PlayStation.


WhatsApp Batasi Pengguna Di Bawah Umur 16 Tahun

Kamis, 26 April 2018 06:15 WIB

Sebelumnya, usia pengguna WhatsApp minimal 13 tahun. Kini, aturan itu berubah. Pengguna harus minimal harus berusia 16 tahun.


Gatot Nurmantyo Optimis Indonesia Jadi Negara yang Kuat

Kamis, 26 April 2018 06:05 WIB

Indonesia kuat jika kita semua optimistis.


Cedera Lutut Pupuskan Asa Chambo Tampil di Piala Dunia

Kamis, 26 April 2018 06:05 WIB

Dia mengalami cedera ligamen lutut


Rekomendasi Panja DPR Terkait TKA Tak Dijalankan Pemerintah

Kamis, 26 April 2018 05:50 WIB

Kita dulu punya namanya Panja pengawasan TKA, rekomendasi kita adalah membuat Satgas pengawasan.


Ketua Dewan Minta Pemerintah Aceh Tangani Serius Ledakan Sumur Minyak

Kamis, 26 April 2018 05:25 WIB

Harapan kita kepada Pemerintah Aceh, khususnya Pemkab Aceh Timur agar segera mengerahkan bantuan.


Saat Diboyong MU, Pemain Ini Mengaku Linglung

Kamis, 26 April 2018 05:10 WIB

Dari Palace, ke MU, kembali ke Palace


Korban Tewas Akibat Ledakan Sumur Minyak Bertambah Jadi 19 Orang

Kamis, 26 April 2018 05:05 WIB

Yang meninggal hingga saat ini berjumlah 19 orang.


Survei KedaiKOPI: Gatot Nurmantyo Capres Alternatif selain Jokowi dan Prabowo

Kamis, 26 April 2018 04:50 WIB

Dari hasil survei elektabilitas Gatot Nurmantyo (27,4 persen).


DPR: Terlalu Dini Mengaitkan Pertemuan Jokowi-PA 212 dengan Pilpres

Kamis, 26 April 2018 04:30 WIB

Pertemuan itu konteksnya agar tidak ada kegaduhan dan suhu politik tidak terlalu panas, maka sah-sah saja.


Gerrard: Messi dan Ronaldo Hebat, Tapi Salah Pemain Terbaik di Planet Ini

Kamis, 26 April 2018 04:20 WIB

"Tetapi tanpa ragu, saat ini Mohamed Salah adalah pemain terbaik di planet ini," ujar Gerrard.


Mendagri Akan Beri Sanksi Tegas Jika ASN Tak Netral

Kamis, 26 April 2018 04:15 WIB

Pemerintah tidak akan sungkan memberi sanksi tegas.