Bayar Listrik Pakai Sampah, Kok Bisa?

akurat logo
Siswanto
Sabtu, 14 April 2018 14:11 WIB
Share
 
Bayar Listrik Pakai Sampah, Kok Bisa?
Tempat Pengolahan Sampah yang menggunakan sistem reduce, reuse, recycle (TPS-3R) Desa Citarik Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.. BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMENTERIAN PUPR

AKURAT.CO, Laila, seorang ibu rumah tangga asal Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, ini harus membagi uang yang diberikan dari suami untuk beragam kebutuhan.

Pusing. Tentunya iya. Terlebih, ketika tarif listrik naik, jatah uang bulanan terpaksa dikurangi untuk bayar listrik yang mahal.

Gali lubang tutup lubang. Barangkali pepatah itu yang terkadang harus ia pakai. Jika uang jatah bulanan habis, ia bingung harus mencari pinjaman, agar dapur tetap ngebul. Kendati harus gali lubang tutup lubang, ia tetap rela asalkan kebutuhan keluarga tercukupi.

Namun, kini bisa bernafas sedikit lebih lega. Di kampungnya ada bank sampah yang ternyata juga sangat membantu keuangan keluarga. Hanya tinggal menyetorkan sampah kering di rumah tangga, ia bisa menyimpan uang hasil penjualan dan ditabung untuk nantinya bayar listrik.

"Saya sudah ikut jadi anggota bank sampah ini sejak awal berdiri. Insya Allah membantu sekali," katanya di Kediri.

Tidak banyak yang ia setor di bank sampah. Setiap kali setor hanya didapat sekitar 1-2 kilogram saja. Sampah itu hasil dari rumah tangganya, tapi terkadang ambil di rumah saudara.

Harga jual sampah juga tidak terlalu mahal, namun jika hasil penjualan itu dikumpulkan bisa untuk membayar beragam tagihan rumah tangga, salah satunya listrik.

Bank Sampah "Sri Wilis" di Kelurahan Pojok berdiri atas dorongan dari Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kota Kediri.

Pemerintah kota mempunyai program bank sampah, sebagai upaya mengurangi volume sampah serta memanfaatkannya menjadi barang yang layak jual. Gayung bersambut, ajakan itu disambut positif warga, sehingga sepakat membuat Bank Sampah Sri Wilis.

Ketua Bank Sampah Sri Wilis Ninuk Setyowati mengatakan bank sampah ini berdiri dan mendapatkan surat keputusan (SK) dari Lurah Pojok pada 14 Juli 2011.

Awal mula berdiri, warga masih enggan untuk bergabung terlebih lagi mau menyetorkan sampah.

Sampah dibuang begitu saja di lingkungan dan membuat suasana jadi kumuh.

Setelah sering melakukan sosialisasi, dialog dengan warga, akhirnya kesadaran mereka sudah mulai tergugah, sehingga mau mengumpulkan sampah.

Ninuk mengaku, di bank sampah ini hanya mau menerima sampah kering, misalnya dari bungkus minuman ringan, botol plastik, botol bekas minuman susu, kertas, hingga koran.

Untuk sampah basah tidak diterima, sebab pemerintah sudah ada lokasi pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Kelurahan Pojok, Kota Kediri. Lokasi TPA itu di bagian barat, tidak terlalu jauh dari tempatnya tinggal.

"Ide awalnya dari Bu Endang yang saat ini masih menangani tentang sampah di dinas. Awalnya kami belajar membuat kompos dan banyak peminatnya. Lalu Bu Endang menyarankan kami untuk membuat bank sampah, hingga akhirnya berdiri dan kami hanya terima sampah kering," ujar dia.

Selain dari sampah rumah tangga, bank sampah ini juga bekerjasama dengan sekolah-sekolah di Kota Kediri, dimana sampah kering akan diambil untuk dikumpulkan dan diolah lagi.

Hasilnya, juga lumayan banyak. Dalam satu bulan, ada sekitar 1,8 ton sampah kering yang berhasil dikumpulkan.

Ia merasa tidak keberatan tempat tinggalnya jadi lokasi pengumpulan sampah. Ia lebih mengedepankan rasa sosial, dengan tidak ingin lingkungan menjadi kotor.

Kendati di rumahnya kotor, masih bisa secepatnya dibersihkan, karena yang dikumpulkan adalah sampah plastik.

Jumlah sampah yang dikirimkan ke bank sampah juga tidak dibatasi. Kendati warga hanya membawa satu ataupun dua kilogram tetap ditimbang. Hasilnya, juga dipersilakan ingin diambil uang ataupun ditabung. Jika ditabung, uangnya bisa dikumpulkan untuk beragam kebutuhan.

Selain menerima sampah kering, manajemen Bank Sampah Sri Wilis Kota Kediri ini juga mempunyai beragam usaha lainnya, misalnya simpan pinjam hingga melayani beragam pembayaran.

"Ibu-ibu datang bawa sampahnya untuk ditimbang. Hasilnya, ada yang diambil ada yang ditabung. Kalau yang ditabung, kami beri jasa satu persen dengan catatan minimal sebulan sekali timbang sampah kering," ujar dia.

Rupanya kebijakan itu membuahkan minat masyarakat yang semakin banyak. Dari awal berdiri hingga sekarang, anggota bank sampah ini hingga 448 orang. Bukan hanya warga di lingkungan tersebut, tapi warga Kota Kediri.

Mereka juga diizinkan untuk pinjam dana dari bank sampah. Misalnya, mereka meminjam Rp1 juta akan diberikan dengan catatan dikurangi sebagai jasa dari bank sampah. Selanjutnya, mereka bisa mengangsur hingga delapan kali.

Program itu rupanya sangat disambut positif seluruh anggota di bank sampah. Terlebih lagi, fasilitas untuk bayar listrik. Mereka tidak usah bingung harus mengeluarkan uang mendadak dalam jumlah besar, sebab sudah punya tabungan dari hasil setor sampah kering.

Dalam mengelola simpan pinjam, ia mengakui ada anggota yang bandel tidak segera melunasi uang pinjaman. Jika sudah demikian, ia akan tegas menghubungi anggota tersebut untuk segera melunasi, sebab uang yang dikumpulkan juga dimanfaatkan oleh anggota lainnya.

Kendati dari sampah, rupanya jumlah tabungan warga juga tidak tidak bisa dipandang sebelah mata. Dari hasil tabungan jual sampah, ada yang punya tabungan hingga belasan juta. Mereka enggan mengambil, dengan alasan disimpan dulu untuk kebutuhan sangat mendesak nantinya.

Beragam penghargaan Pendirian bank sampah itu ternyata disambut positif warga. Beragam penghargaan didapatkan oleh bank sampah ini. Tim penilai lomba kelurahan berhasil juga turut serta menilai, memberikan nilai plus, karena bank sampah ini turut serta memberikan andil bagi kebersihan lingkungan.

Selain itu, penghargaan dari Pemkot Kediri juga pernah diterima. Kendati dirinya dapat penghargaan sebagai tokoh inspiratif di Kota Kediri, penghargaan itu tetap untuk bank sampah yang dikelola dengan rekan-rekannya.

Bukan hanya itu, ia mewakili dari bank sampah juga sering diundang ke berbagai daerah memberikan pelatihan. Dari hasil barang yang disetor warga, selain disetor lagi ke pengepul, juga dibuat kerajinan. Hasilnya beragam, ada bunga dari plastik, tas, dan beragam kerajinan lainnya.

Ia bangga, karena bank sampah ini ternyata bermanfaat bagi orang banyak. Mereka merasa terbantu, karena bisa menabung, pinjam uang, bahkan belajar kerajinan tangan. Hasilnya, mereka juga bisa jual, untuk menambah uang belanja.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kota Kediri Didik Catur mengatakan terus mendorong di setiap lingkungan ada bank sampah untuk serta mengurangi volume sampah.

Di Kota Kediri, volume sampah setiap harinya bisa mencapai 120 ton. Sampah itu didominasi dari rumah tangga baik yang organik maupun anorganik. Pihaknya mendukung keberadaan bank sampah, sebab bermanfaat.

Di Kediri, terdapat lebih dari 100 bank sampah. Jumlah itu diharapkan bisa lebih banyak lagi, sehingga bisa menekan volume sampah yang dibuang masyarakat.

Dari sampah, bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar, dengan mengubahnya menjadi biogas. Selain itu, sampah kering juga bisa dijual lagi. Hasil penjualan bisa untuk membayar beragam keperluan rumah tangga.

"Pemerintah giat bekerja sama dengan masyarakat mengelola sampah. Mereka bisa membuat komunitas bank sampah," kata Didik.

Namun, Didik mengatakan volume sampah di Kota Kediri memang cukup besar. Bahkan, pemkot juga harus membuat tempat penampungan sampah baru, mengingat tempat yang lama sudah tidak mampu menampung sampah.

Di Kota Kediri, TPA baru dioperasionalkan pada 2016 dan kini, TPA itu hampir penuh. Pemerintah sedang menyiapkan lokasi TPA baru lainnya, yang juga masih berdekatan dengan lokasi yang lama.

Pihaknya juga mengingatkan TPA bisa dikelola dengan baik, seban jika tidak, tempat itu akan lebih cepat penuh, sehingga tidak lagi mampu menampung sampah. []


Editor. Siswanto

Sumber. Antara

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Samsung Galaxy A6 dan A6 Plus Pengganti Galaxy J8

Kamis, 26 April 2018 06:45 WIB

Masa kerja Galaxy J8 hampir usai. HP yang sempat jadi idola kelas menegah itu akan digantikan oleh duo Galaxy lainnya.


KPU Bekasi Mulai Lakukan Pengadaan Logistik Pilkada

Kamis, 26 April 2018 06:38 WIB

Kita mulai melakukan pengadaan logistik untuk kelengkapan Tempat Pemungutan Suara (TPS).


Pengamat: BI Jangan Alergi Naikkan Suku Bunga, Agar Rupiah Selamat

Kamis, 26 April 2018 06:37 WIB

Kenaikan suku bunga acuan bisa menjadi salah satu upaya yang dilakukan BI untuk menekan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.


Kurangi Serangan Panik dengan Cara Ini

Kamis, 26 April 2018 06:30 WIB

Berikut ini beberapa tipsnya untuk mengatasi panik.


Bagaimana Kehidupan Seks Pasangan yang Selisih 25 Tahun? Ini Ceritanya

Kamis, 26 April 2018 06:25 WIB

Mereka sama-sama menyukai musik.


Forhati Minta DPR Atur Sanksi LGBT dalam Revisi UU KUHP

Kamis, 26 April 2018 06:20 WIB

Forhati khawatir sanksi ini akan "sepi-sepi saja" sampai RUU KUHP disetujui jadi undang-undang baru.


Sony Rilis Aksesoris Game untuk HP Seri Xperia dan PlayStation

Kamis, 26 April 2018 06:20 WIB

X Mount adalah aksesoris game terkini yang dirilis Sony untuk perangkat Xperia dan juga PlayStation.


WhatsApp Batasi Pengguna Di Bawah Umur 16 Tahun

Kamis, 26 April 2018 06:15 WIB

Sebelumnya, usia pengguna WhatsApp minimal 13 tahun. Kini, aturan itu berubah. Pengguna harus minimal harus berusia 16 tahun.


Gatot Nurmantyo Optimis Indonesia Jadi Negara yang Kuat

Kamis, 26 April 2018 06:05 WIB

Indonesia kuat jika kita semua optimistis.


Cedera Lutut Pupuskan Asa Chambo Tampil di Piala Dunia

Kamis, 26 April 2018 06:05 WIB

Dia mengalami cedera ligamen lutut


Rekomendasi Panja DPR Terkait TKA Tak Dijalankan Pemerintah

Kamis, 26 April 2018 05:50 WIB

Kita dulu punya namanya Panja pengawasan TKA, rekomendasi kita adalah membuat Satgas pengawasan.


Ketua Dewan Minta Pemerintah Aceh Tangani Serius Ledakan Sumur Minyak

Kamis, 26 April 2018 05:25 WIB

Harapan kita kepada Pemerintah Aceh, khususnya Pemkab Aceh Timur agar segera mengerahkan bantuan.


Saat Diboyong MU, Pemain Ini Mengaku Linglung

Kamis, 26 April 2018 05:10 WIB

Dari Palace, ke MU, kembali ke Palace


Korban Tewas Akibat Ledakan Sumur Minyak Bertambah Jadi 19 Orang

Kamis, 26 April 2018 05:05 WIB

Yang meninggal hingga saat ini berjumlah 19 orang.


Survei KedaiKOPI: Gatot Nurmantyo Capres Alternatif selain Jokowi dan Prabowo

Kamis, 26 April 2018 04:50 WIB

Dari hasil survei elektabilitas Gatot Nurmantyo (27,4 persen).