News / Politik / Berita
Pilpres 2019

Survei LSI Denny JA: Jokowi Kuat Tapi belum Aman

akurat logo
Dedi Ermansyah
Jumat, 02 Februari 2018 16:10 WIB
Share
 
Survei LSI Denny JA: Jokowi Kuat Tapi belum Aman
Rilis hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA di Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (2/2). AKURAT.CO/Dedi Ermansyah

AKURAT.CO, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terkait figur yang mungkin akan menjadi d di Pemilihan Presiden 2019 nanti.

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby menjelaskan bahwa hasil temuannya menunjukkan, dukungan terhadap Presiden Jokowi sebagai petahana masih teringgi dibandingkan dengan capres lainnya.

Saat ini elektabilitas Jokowi sebesar 48.50 persen. Sementara dukungan untuk calon selain Jokowi sebesar 41.20 persen.

"Elektabilitasnya masih tertinggi dibandingkan calon lainnya. Walau masih dibawah 50 persen. Ada dukungan sebesar 41.20 persen yang menyebar ke kandidat-kandidat capres lainnya. 41.20 persen adalah angka total atau gabungan dari dukungan pemilih terhadap sejumlah kandidat capres diluar Jokowi. Dan sebesar 10.30 persen yang belum menentukan pilihan," kata Adjie di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (2/2).

Kendati masih menempati posisi tertinggi dalam survei ini, Adjie mengatakan Jokowi masih belum aman sebagai capres 2019 nanti.

"Jokowi kuat, namun belum aman," lanjutnya.

Menurutnya, ada tiga alasan kenapa posisi Jokowi masih belum aman. Pertama, masyarakat tidak merasa aman dengan permasalahan ekonomi. lsu ekonomi yang menjadi perhatian publik adalah mahalnya harga-harga sembako, makin meningkatnya pengangguran, dan sulitnya mencari lapangan kerja.

"Survei menunjukan bahwa sebesar 52.6 persen responden menyatakan bahwa harga-harga kebutuhan pokok makin memberatkan mereka. Sebesar 54.0 persen menyatakan bahwa lapangan kerja sulit didapatkan. Dan sebesar 48.4 persen responden yang menyatakan bahwa pengangguran semakin meningkat," jelasnya.

Semwntara yang kedua, Jokowi rentan terhadap isu primordial. Kekuatan dan isu Islam politik diprediksikan akan mewarnai Pilpres 2019 seperti yang terjadi pada Pilkada DKI Jakarta lalu.

Apalagi pesiden Jokowi pernah mengungkapkan bahwa agama harus dipisahkan dari politik. Survei menunjukan bahwa sebesar 40.7 96 publik menyatakan tidak setuju agama dan politik dlpisahkan.

"Sementara 32.5 96 publik menyatakan setuju bahwa agama dan politik harus dipisahkan," katanya.

Yang ketiga, merebaknya isu buruh negara asing. Terutama isu tenaga kerja yang berasal dari Cina di tengah sulitnya lapangan kerja dan tingginya pengangguran di berbagai daerah.

"Isu buruh negara asing ini sangat kuat resistensinya di publik. Survei menunjukan bahwa baru 38.9 persen yang mendengar isu ini. Dari mereka yang mendengar, sebesar 58.3 persen menyatakan sangat tidak suka dengan isu atau informasi ini," jelasnya.

Sementara terkait penantang Jokowi, LSI Denny JA membaginya dalam tiga divisi berdasarkan tingkat popularitas masing-masing.

Divisi pertama, adalah tokoh atau capres yang popularitasnya diatas 90 persen yakni Prabowo Subianto dengan angka 92.5 persen.

Sementara untuk divisi kedua yakni yang popularitasnya diantara 70-90 persen antara lain Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Popuiaritas Anies Baswedan sebesar 76.7 persen. Dan Popularitas AHY sebesar 71.2 persen.

"Divisi ketiga yang popularitasnya di antara 55-70 persen. Tokoh yang memenuhi kriteria ini hanyalah Gatot Nurmantyo. Popularitas Gatot sebesar 56.5 persen," katanya.

LSI Denny JA memprediksi 4 nama ini yang kemungkinan besar menjadi penantang Jokowi di Pilpres 2019 nanti.

Survei nasional ini dilakuakn 7-14 Januari 2018 dengan menggunakan responden sebanyak 1200 dipilih berdasarkan multi stage random sampling. Wawancara tatap muka dengan responden dilakukan serentak di 34 provinsi dengan margin of error plus minus 2.9 persen.[]


Editor. Iwan Setiawan

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

PPP Aceh Buka Ruang untuk Bacaleg 2019 Seluas-luasnya

Rabu, 21 Februari 2018 23:52 WIB

Bagi yang berminat silahkan mendaftarkan diri.


Andi Rachman Blusukan, Ini Harapan Pedagang Pasar Perawang

Rabu, 21 Februari 2018 23:50 WIB

Pedagang minta kepemimpinan Andi dilanjutkan.


Caleg Golkar di Jabar Dilarang Poligami Setelah Terpilih

Rabu, 21 Februari 2018 23:46 WIB

Sanksi tegas sudah disiapkan bagi mereka yang kedapatan melanggar kebijakan yang baru dikeluarkan itu.


KPK Kembali Geledah Satu Lokasi Terkait Kasus Bupati Subang

Rabu, 21 Februari 2018 23:17 WIB

Kemarin satu lokasi digeledah tim penyidik, yaitu rumah tersangka Asep Santika.


450 Outlet KFC Tutup di Inggris karena Kehabisan Ayam

Rabu, 21 Februari 2018 22:51 WIB

Krisis itu terjadi karena perubahan suplier ayam ke KFC.


Buka Rakernas BNPB, Puan Tekankan Pembangunan Kesiapsiagaan Berbasis Rakyat

Rabu, 21 Februari 2018 22:46 WIB

Perlu dibangun sinsergi penanggulangan bencana antara pusat dan daerah.


Pukul Suporter Wigan, Aguero Selamat dari Hukuman

Rabu, 21 Februari 2018 22:40 WIB

Insiden pemukulan itu ramai dibicarakan di media sosial.


Serangan Bom Militer Suriah di Ghouta Timur Tewaskan 300 Orang

Rabu, 21 Februari 2018 22:13 WIB

Militer Suriah menyatakan, mereka ingin membebaskan wilayah itu dari para teroris


Kasus Novel Baswedan Belum Terungkap, Din Syamsuddin Curiga

Rabu, 21 Februari 2018 21:50 WIB

Bisa jadi ada rekayasa sehingga sulit diungkap.


Kalahkan Zeballos, Monfils Jumpa Cilic di Babak 16 Besar

Rabu, 21 Februari 2018 21:39 WIB

Gael Monfils mencari gelar keduanya di tahun 2018.


ICMI: Polisi Jangan Percaya Pelaku Penyerangan Pemuka Agama oleh Orang Gila

Rabu, 21 Februari 2018 21:25 WIB

Kekerasan kepada ulama, pendeta, dan pemuka agama lainnya, polisi harus usut motifnya.


Plt Walikota Pekanbaru Tinjau Sejumlah Titik Daerah Rawan Banjir

Rabu, 21 Februari 2018 21:23 WIB

Ayat Cahyadi mengaku sudah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum untuk melakukan pengerukan.


Kapolresta Pekanbaru Pimpin Rapat Kesiapan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa BEM se Indonesia

Rabu, 21 Februari 2018 21:17 WIB

Untuk pengamanan unjuk rasa, polisi kerahkan ratusan anggotanya.


Pemerintah Bekasi: Stadion Patriot Butuh 60 CCTV

Rabu, 21 Februari 2018 21:15 WIB

Stadion Patriot Chandrabaga butuh CCTV mulai dari pintu gerbang, area parkir, ruang masuk ke tribun, lapangan, hingga lokasi VIP.


BPJS-TK Gandeng KPK Untuk Cegah Intervensi Investasi

Rabu, 21 Februari 2018 21:15 WIB

Dana pekerja yang terhimpun sudah mencapai Rp320 triliun.