News / Politik / Berita
Pilkada Serentak 2018

Survei IDM: Milton-Boyman Masih Jadi yang Terpopuler di Kalbar

akurat logo
Yohanes Antonius
Kamis, 25 Januari 2018 23:07 WIB
Share
 
Survei IDM: Milton-Boyman Masih Jadi yang Terpopuler di Kalbar
Ilustrasi Pilkada Serentak 2018. AKURAT.CO/Lukman Hakim Naba

AKURAT.CO, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan digelar pada 27 Juni mendatang. Tahapan pilkada pun sudah dilakukan hingga pendaftaran pasangan calon (paslon) kepala daerah.

Menyikapi hal ini, Indonesia Development Monitoring (IDM) melakukan penelitian terhadap masyarakat, untuk mengetahui paslon mana yang akan dipilih pada Pilkada Serentak 2018, khususnya bagi para calon gubernur di Provinsi Kalimantan Barat.

Direktur Eksekutif IDM, Bin Firman Tresnadi memaparkan hasil survei lembaganya, di mana berdasarkan tingkat popularitas, paslon Milton Crosby - Boyman Harun memang yang paling banyak dikenal dibanding pasangan lainnya.

"Pasangan ini sangat populer dan disukai responden yang dianggap paling dekat dengan masyarakat Kalbar. Hal ini ditunjukan dengan hampir 94,7,% responden suka dan kenal dengan Milton Crosby - Boyman Harum," kata Bin Firman dalam keterangannya, Kamis (25/1).

Sementara untuk paslon Karolin Margret Natasa - Suryadman Gidot hanya disukai 61,7% responden,dan pasangan lainnya, yaitu Sutarmidji- Ria Noorsan hanya dikenal dan disukai oleh 64,4% responden. Bin Firman menilai, paslon-paslon ini bisa saja tergerus oleh pasangan Milton-Boyman.

"Selain itu, kami juga menilai tingkat akseptabilitas para paslon Gubernur Kalbar, dan hasil temuan survei didapati bahwa pasangan Milton Crosby - Boyman Harum adalah pasangan yang paling diterima oleh masyarakat Kalbar dengan persentase sebesar 93,7% responden. Disusul pasangan Sutarmidji- Ria Noorsan 67,7 % responden. Dan pasangan Karolin Margret -Suryadman Gidot sebesar 63,6 % saja," paparnya.

Di samping itu, IDM juga menilai tingkat kompetensi paslon yang dinilai memiliki kemampuan, keahlian dan jujur serta bersih dari kasus kasus korupsi.

"Dari 2.177 responden, sebanyak 91,8 % memilih paslon Milton Crosby-Boyman Harun. Sedangkan Sutarmidji- Ria Noorsan hanya 78,6%, Kartius - Pensong 57,9% dan Karolin - Suryadman hanya dinilai memiliki kompetensi sebagai gubernur oleh 53,7 %," kata Bin Firman menyebutkan.

Dia menilai, rendahnya penilaian masyarakat kepada Karolin yang juga putri dari petahana Gubernur Kalbar, Cornelis dikarenakan masih minimnya Karolin dalam hal pengalaman untuk memimpin birokrasi di pemerintahan.

"Anehnya, menurut masyarakat seharusnya Suryadman Gidot yang menjadi cagubnya bukan Karolin," tandasnya.

Pilkada Kalbar diketahui sebagai salah satu daerah yang rawan konflik, meskipun masyarakatnya sendiri sebenarnya adalah masyarakat yang plural hidup rukun serta cinta damai dan sangat bisa menerima perbedaan.

"Inilah yang menjadi salah satu alasan masyarakat lebih memilih Milton - Boyman, karena masyarakat ingin Kalbar tetap aman, kondusif. Masyarakat menilai, Milton- Boyman adalah pasangan yang mewakili dua etnik besar dan dua agama besar di Kalbar," sebutnya.

Menurut Bin Firman, hal ini jelas berbeda dengan pasangan Sutarmidji - Norsan atau Karolin - Suryadman yang sekan-akan mengunakan politik sara dan identitas untuk meraih suara.

Di akhir penelitiannya, Bin Firman juga mengatakan bahwa masyarakat diberikan pertanyaan semi terbuka, secara spontan, "Jika Pilgub digelar hari ini, siapa yang akan anda pilih?"

"Jawaban masyarakat pun mengejutkan, dimana sebanyak 39,9% warga akan memilih pasangan Milton Crosby- Boyman Harun, sementara 21,9% akan memilih pasangan Sutarmidji- Ria Noorsan, disusul 19,4% responden memilih pasangan Karolin Margret - Suryadman Gidot. Sementara yang tidak menjawab sebanyak 18,2%," jelas dia.

Sementara itu, lanjutnya, untuk hasil survei dengan pertanyaan yang sama menggunakan kuisioner, lagi-lagi pasangan Milton Crosby - Boyman Harun dipilih oleh 44,7% responden, Sutarmidji - Ria Noorsan 21,6%, sedangkan pasangan Karolin Margareth Natasya - Suryadman Gidot dipilih sebanyak 17,6%. Sementara yang tidak menjawab sebanyak 16,1%.

Ia mengungkapkan, IDM sejak awal sudah memprediksi bahwa pasangan calon independen tidak akan mampu meraih dukungan dari masyrakat, sebab Kalbar berbeda dengan daerah lainnya.

"Pilkada Kalbar membutuhkan struktur dan infrastruktur yang kuat serta solid di masyarakat. Luasnya teritori yang harus dijangkau menyebabkan lemahnya dukungan terhadap calon independen," demikian Bin Firman.

Untuk diketahui, metode penelitian yang digunakan IDM adalah dengan melakukan survei pada 2.177 penduduk pemilik KTP Kalbar yang sudah memiliki hak memilih pada Pilgub Kalbar 2018.

Berdasarkan perkiraan, jumlah DPT pada Pilgub Kalbar 2018 sebanyak 3.539.794 pemilih dengan menggunakan metode Multistage Random Sampling yang tersebar secara proposional di 14 Kabupaten/Kota di Kalbar.

Penelitian ini dengan memiliki tingkat kepercayaan sebesar 95% dan margin of error sebesar -/+ 2, 1%. Pelaksanaan survei dimulai sejak 12 Januari sampai 21 Januari 2018.[]


Editor. Ainurrahman

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

PPP Aceh Buka Ruang untuk Bacaleg 2019 Seluas-luasnya

Rabu, 21 Februari 2018 23:52 WIB

Bagi yang berminat silahkan mendaftarkan diri.


Andi Rachman Blusukan, Ini Harapan Pedagang Pasar Perawang

Rabu, 21 Februari 2018 23:50 WIB

Pedagang minta kepemimpinan Andi dilanjutkan.


Caleg Golkar di Jabar Dilarang Poligami Setelah Terpilih

Rabu, 21 Februari 2018 23:46 WIB

Sanksi tegas sudah disiapkan bagi mereka yang kedapatan melanggar kebijakan yang baru dikeluarkan itu.


KPK Kembali Geledah Satu Lokasi Terkait Kasus Bupati Subang

Rabu, 21 Februari 2018 23:17 WIB

Kemarin satu lokasi digeledah tim penyidik, yaitu rumah tersangka Asep Santika.


450 Outlet KFC Tutup di Inggris karena Kehabisan Ayam

Rabu, 21 Februari 2018 22:51 WIB

Krisis itu terjadi karena perubahan suplier ayam ke KFC.


Buka Rakernas BNPB, Puan Tekankan Pembangunan Kesiapsiagaan Berbasis Rakyat

Rabu, 21 Februari 2018 22:46 WIB

Perlu dibangun sinsergi penanggulangan bencana antara pusat dan daerah.


Pukul Suporter Wigan, Aguero Selamat dari Hukuman

Rabu, 21 Februari 2018 22:40 WIB

Insiden pemukulan itu ramai dibicarakan di media sosial.


Serangan Bom Militer Suriah di Ghouta Timur Tewaskan 300 Orang

Rabu, 21 Februari 2018 22:13 WIB

Militer Suriah menyatakan, mereka ingin membebaskan wilayah itu dari para teroris


Kasus Novel Baswedan Belum Terungkap, Din Syamsuddin Curiga

Rabu, 21 Februari 2018 21:50 WIB

Bisa jadi ada rekayasa sehingga sulit diungkap.


Kalahkan Zeballos, Monfils Jumpa Cilic di Babak 16 Besar

Rabu, 21 Februari 2018 21:39 WIB

Gael Monfils mencari gelar keduanya di tahun 2018.


ICMI: Polisi Jangan Percaya Pelaku Penyerangan Pemuka Agama oleh Orang Gila

Rabu, 21 Februari 2018 21:25 WIB

Kekerasan kepada ulama, pendeta, dan pemuka agama lainnya, polisi harus usut motifnya.


Plt Walikota Pekanbaru Tinjau Sejumlah Titik Daerah Rawan Banjir

Rabu, 21 Februari 2018 21:23 WIB

Ayat Cahyadi mengaku sudah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum untuk melakukan pengerukan.


Kapolresta Pekanbaru Pimpin Rapat Kesiapan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa BEM se Indonesia

Rabu, 21 Februari 2018 21:17 WIB

Untuk pengamanan unjuk rasa, polisi kerahkan ratusan anggotanya.


Pemerintah Bekasi: Stadion Patriot Butuh 60 CCTV

Rabu, 21 Februari 2018 21:15 WIB

Stadion Patriot Chandrabaga butuh CCTV mulai dari pintu gerbang, area parkir, ruang masuk ke tribun, lapangan, hingga lokasi VIP.


BPJS-TK Gandeng KPK Untuk Cegah Intervensi Investasi

Rabu, 21 Februari 2018 21:15 WIB

Dana pekerja yang terhimpun sudah mencapai Rp320 triliun.