News / Politik / Berita

Pernyataan Ketua Kadin Jatim Tak Pengaruhi Elektabilitas Prabowo

akurat logo
Yohanes Antonius
Sabtu, 13 Januari 2018 20:11 WIB
Share
 
Pernyataan Ketua Kadin Jatim Tak Pengaruhi Elektabilitas Prabowo
Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Jatim, La Nyalla Mataliti dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa . ISTIMEWA

AKURAT.CO, Pengakuan Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jawa Timur La Nyalla Mahmud Mattalitti soal mahar politik yang diminta Ketua Umum Partai Gerindra, Prabwo Subianto mengejutkan publik. Tak ayal, sejumlah pihak mengemukakan pendapatnya terkait hal itu, termasuk pengamat politik.

Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing mengatakan, pengakuan La Nyalla tersebut tidak akan berimas pada elektabilitas Prabowo yang digadang-gadang bakal maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

"Ini adalah kelemahan kita bahwa rakyat kita ini memiliki budaya pemaaf dan pelupa. Pilpres inikan masih setahun lagi, jadi saya mengatakan tidak begitu berpengaruh," katanya saat dihubungi AKURAT.CO, Sabtu (13/1).

Menurut Emrus, pengakuan La Nyalla itu tidak kuat sebab dirinya tidak mengantongi barang bukti semisal rekamaan pembicaraan, sehinga soal kebenaran dari pangakuan itu hanya pihak Gerindra dan La Nyalla saja yang mengegahuinya.

"La Nyalla tidak punya bukti, sangat lemah tapi saya tidak mengatakan bahwa itu tidak benar, sayangnya La Nyalla tidak punya data jadi dengan demikian secara formal itu diragukan kebenarannya," ujarnya.

Segaiamana diberitakan sebelumnya La Nyalla menceritakan, bermula ketika dirinya datang penunjukan Mayjen (Purn) Sudrajat untuk maju Pilgub Jabar sempat bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Sabtu, (9/12)

Pada saat lanjut La Nyalla, Prabowo meminta uang kepada dirinya sebesar Rp40 miliar sebagai syarat mendapat rekomendasi dari partai Gerindra untuk melenggang pada pilgub Jatim, Bahkan La Nyalla, Prabowo memberikan tenggang waktu hingga 20 Desember guna membayar mahar tersebut.

"(Maju Pilgub Jatim) Bapak Prabowo mengatakan, siap uang enggak? Saya bilang saya siap, kemudian dia tanya lagi, bisa kapan uang siapkan kapan? Saya bilang nanti saja setelah rekom selesai, saya ada pengusaha-pengusaha muslim. Saya sampaikan juga bahwa saya sudah keluar uang Rp5,9 miliar ke Supriyanto (Ketua DPD Gerindra Jatim)," ujarnya dalam konferensi pers di kawasan Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Kamis (11/1).

Karena terlalu banyak dimintai uang oleh partai berlambang Burung Garuda itu, La Nyalla pun merasa bahwa dirinya tertipu. Bahkan dia mengaku telah mengumpulkan banyak bukti untuk menyeret pimipinan paratai tersebut ke jalur hukum.

"Belum apa-apa kita sudah dimintai uang, ya enggak mau lah saya. Saya akan tuntut secara hukum," pungkas La Nyalla.[]


Editor. Suriaman Panjaitan

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Polisi Ringkus Pria yang Bawa Sabu-sabu 30 Gram

Rabu, 24 Januari 2018 04:26 WIB

Polres Pesawaran menangkap seorang pria berinisial HD karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu.


KPK Minta Mayarakat Laporkan Kandidat Gunakan Politik Uang di Pilkada

Rabu, 24 Januari 2018 04:11 WIB

KPK bersama Polri siap menangkap kandidat yang maju Pilkada menggunakan praktik politik uang untuk mendapatkan dukungan suara.


Golkar: Rangkap Jabatan di Kabinet Tak Masalah selama Jokowi Tak Terganggu

Rabu, 24 Januari 2018 03:26 WIB

Saya pikir clear, selama usernya dalam hal ini Presiden Jokowi itu tidak ada masalah


BPBD Mencatat 1.269 Rumah Rusak di Lebak Akibat Gempa

Rabu, 24 Januari 2018 03:07 WIB

Berdasarkan hasil rekapitulasi data sementara tercatat 1.269 rumah mengalami kerusakan akibat gempa tektonik.


Sering Terjadi Kecelakaan, Pemerintah Akan Bentuk Komite Keselamatan Kerja

Rabu, 24 Januari 2018 02:33 WIB

Pemerintah melalui Kementerian PUPR memastikan segera membentuk Komite Keselamatan Konstruksi Kurangi kecelakaan kerja.


Jokowi Perintahkan TNI-Polri Bentuk Satgas Tangani Wabah Penyakit di Asmat

Rabu, 24 Januari 2018 02:01 WIB

Presiden Joko Widodo memerintahkan TNI-Polri membentuk sebuah satgas untuk menangani wabah penyakit di Asmat, Papua.


KPK Dalami Proses Pembahasan APBD-P Kebumen 2017

Rabu, 24 Januari 2018 01:46 WIB

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, untuk mendalami APBD-P Kebumen 2017 tersebut, pihkanya memeriksa tujuh saksi.


Jelang Tahun Politik, Presiden Minta TNI-Polri Tak Eksklusif

Rabu, 24 Januari 2018 01:19 WIB

Presiden Joko Widodo mengatakan soliditas TNI-Polri yang saat ini baik harus tetap dipertahankan.


KPK Periksa ASN Dilingkungan Dinas PU Papua

Rabu, 24 Januari 2018 01:03 WIB

KPK kembali melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi yang bertugas di Dinas PU Papua terkait kasus pembangunan jalan.


Ini yang Dibicarakan Menhan AS dengan Wiranto

Rabu, 24 Januari 2018 00:43 WIB

Saat pertemuanya dengan Menhan AS, Wiranto mengungkapkan bahwa banyak hal dibicarakan.


Gunung Berapi Meletus, Satu Tentara Jepang Tewas

Rabu, 24 Januari 2018 00:36 WIB

Seorang tentara Jepang tewas akibat salju longsor di pusat Jepang.


Panglima TNI Sebut Ada Tiga Tujuan dari Rapim TNI-Polri 2018

Rabu, 24 Januari 2018 00:17 WIB

Menurut Hadi tujuan Rapim itu supaya ada kesamaan pola pikir, sikap, dan tindakan guna mengantisipasi perkembangan situasi di tahun politik.


Taiwan Tak Menepis Kemungkinan Serangan China

Selasa, 23 Januari 2018 23:56 WIB

Beijing telah meningkatkan sikap permusuhan terhadap Taiwan yang dianggap sebagai bagian dari China.


Ketemuan, Menhan RI dan AS Bicarakan Program Intelijen 'Our Eyes'

Selasa, 23 Januari 2018 23:24 WIB

Menhan Ryamizard Ryacudu mengatkan akan Kemenhan AS membantu pembentukan program intelijen yang digagas Indonesia.


Ryamizard: Menhan AS Berupaya Cabut Sanksi Terhadap Kopassus

Selasa, 23 Januari 2018 23:12 WIB

Ryamizard Ryacudu mengatakan Menhan Amerika Serikat (AS) James Mattis akan mengupayakan pencabutan sanksi terhadap Kopassus.