News / Hukum / Berita
Kasus Narkoba

Begini Kronologis Penangkapan Empat Pelaku Penyelundupan 40 Kg Sabu di Aceh

akurat logo
Ahmad Saifullah
Sabtu, 13 Januari 2018 08:07 WIB
Share
 
Begini Kronologis Penangkapan Empat Pelaku Penyelundupan 40 Kg Sabu di Aceh
Pengungkapan 40kg Sabu di Aceh. AKURAT.CO/Ahmad Saifullah

AKURAT.CO, Keberhasilan menangkap empat pelaku dan menggagalkan penyelundupan narkoba ke Indonesia, bukanlah hal yang mudah dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai Aceh.

Pasalnya, untuk dapat mengungkap identitas para kurir penyelundup serta menemukan sabu seberat lebih kurang 40,23 Kg dari Malaysia tersebut, mereka harus membentuk tim gabungan khusus dari personel BNN Pusat, BNN Provinsi Aceh, BNNK Langsa serta Bea Cukai Aceh, saat beroperasi.

Usaha yang dilakukan tidak sia-sia dan membuahkan hasil. Tim akhirnya berhasil menangkap para pelaku masing-masing bernama Ramli, Amri, Junaidi dan Syaifinur, di daerah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh.

Berdasarkan informasi yang AKURAT.CO dapatkan Jumat (12/1) melalui siaran pers, adapun proses dan kronologis penangkapan dimulai pada Rabu (10/1), setelah informasi dari masyarakat bahwa akan adanya pengiriman sabu melaui jalur laut dari Pulau Penang, Malaysia ke Idi, Aceh Timur.

"Atas informasi tersebut petugas melakukan penyelidikan baik di darat maupun di laut," ungkap Deputi Pemberantasan BNN Pusat, Irjen Pol Arman Depari dalam konferensi pers di Kantor BNN Aceh Tamiang, Jum'at (12/1).

Saat penyelidikan, tim menemukan seorang pelaku bernama Ramli sedang mengendarai sepeda motor sambil membawa sebuah karung. Para personel kemudian mengikuti pelaku hingga ke sampai ke kawasan Dusun Petua Me, Desa Bagok Panah Peut, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur.

"Hingga akhirnya dilakukan penangkapan di depan pekarangan rumahnya, Rabu 10 Januari 2018 sekitar pukul 05.45 WIB," jelas Irjen Pol Arman Depari.

Di tangan Ramli, tim menemukan 19 bungkus sabu yang dimasukkan ke dalam karung. Pelaku kemudian diamankan untuk dimintai keterangan. Arman mengungkapkan, setelah pemeriksaan tim kemudian melakukan pengembangan dan menangkap tersangka kedua, di Dusun Teungku Ci Ceungai Desa Bantayan, Kecamatan Nurusasalam, yaitu Amri. Dia adalah orang yang menyerahkan sabu kepada Ramli.

Setelah itu, personel melanjutkan melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tersangka Junaidi di Dusun Pelita Desa Bantayan, Kecamatan Nurussalam, Kamis (11/1).

"Junaidi ini berperan sebagai pengambil sabu di tengah laut bersama dengan Amri," ujarnya.

Pengembangan kembali dilakukan dan menangkap seorang pelaku lainnya yang berperan sebagai perantara penyelundupan sabu bernama Syaifinur. Pada kasus tersebut, dia diperintahkan oleh Amri untuk memindahkan sabu yang diangkut oleh Junaidi dari spead boat dan selanjutnya diserahkan kepada Ramli dengan cara meletakkan sabu di atas sepeda motor milik Ramli yang terparkir di seputaran Sungai Kuala Bagok.

Ketika diinterogasi, Amri mengaku telah menjemput sabu sebanyak 40 bungkus di perairan Selat Malaka menggunakan 'Oskadon' Kapal Motor menuju Sungai Kuala Bagok bersama Junaidi.

"Amri menyuruh Junaidi untuk menyimpan narkotika 10 bungkus di dalam kapal yang sedang diperbaiki di sekitaran Sungai Kuala Bagok," ungkap Deputi Pemberantasan BNN Pusat.

Lokasi serta tempat (kapal motor) yang disampaikan tadi selanjutnya digeledah oleh tim dan kembali menemukan 10 bungkus sabu.

Dari keterangan yang diberikan, Amri dan Syaifinur diungkapkan Arman Depari, mereka ‎telah menyerahkan 29 bungkus sabu kepada Ramli. Akan tetapi, saat penangkapan terhadap Ramli, tim hanya menemukan 19 bungkus paket sabu.

Atas keterangan tersangka Amri tersebut, petugas kembali menggali informasi terhadap Ramli dan hasil informasi tersangka mengaku bahwa sisa sabu sebanyak 10 bungkus telah dikubur di pekarangan rumah Syaifinur di kawasan Kecamatan Darul Aman. 

"Dari hasil penggeledahan rumahnya petugas menemukan sabu sebanyak 11 bungkus yang dikubur di pekarangan rumahnya di dekat kandang ayam," jelasnya.

Penemuan itu melengkapi barang bukti sabu yang berhasil diamankan oleh tim gabungan tersebut, yakni 40 bungkus.

Selain itu petugas juga menyita beberapa handphone, 1 unit sepeda motor dan kartu identitas para tersangka. 

"Tersangka Amri dan Ramli mengaku bahwa mereka dikendalikan oleh MR X yang merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) dan sedang dilakukan pencarian oleh petugas BNN," ungkapnya.

Keempat tersangka terjerat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1). Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undangan-Undang RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan hukuman maksimal pidana mati.[]


Editor. Melly Kartika Adelia

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Rianti Cartwright Tebar Kebahagiaan dan Hal Positif di Hari Kartini

Sabtu, 21 April 2018 16:27 WIB

Rianti selalu bangga setiap Hari Kartini tiba.


BI Nilai Perekonomian Nasional Tetap Solid

Sabtu, 21 April 2018 16:26 WIB

BI menilai perekonomian nasional masih tetap solid ditopang kondisi domestik dan eksternal yang masih baik.


Awas, Mandi Setiap Hari Bisa Menyebabkan Infeksi

Sabtu, 21 April 2018 16:26 WIB

Belakangan, ada ahli yang mengatakan jangan sering-sering mandi. Katanya, bisa menyebabkan infeksi. Benarkah?


Suplemen Makanan Ini Bikin Perempuan Subur

Sabtu, 21 April 2018 16:24 WIB

Nutrisi menjadi kunci utama ketika perempuan ingin hamil. Itu karena nutrisi bersentuhan langsung dengan kesuburan.


Tertangkap Kamera di Dalam KRL, Diding Boneng: Saya Sehari-hari Pakai Kendaraan Umum

Sabtu, 21 April 2018 16:18 WIB

Diding Boneng sempat kesal dengan foto dirinya yang beredar di dalam KRL, kenapa?


Prabowo Lebih Pilih Ketemu Musuh daripada ke Dokter Gigi

Sabtu, 21 April 2018 16:14 WIB

"Saya paling takut dengan Dokter Gigi."


Gerakan Nasional 1000 Startup Digelar di Pontianak

Sabtu, 21 April 2018 16:09 WIB

Banyak yang menyebut Gerakan Nasional untuk mencetak startup baru ini akan membawa Indonesia menjadi The Digital Energy of Asia.


Cerita Diding Boneng yang Ditinggal Istri dan Hidup Bersama Ibundanya

Sabtu, 21 April 2018 16:08 WIB

Diding Boneng sudah berpisah dengan istrinya sejak tahun 1997.


Elektabilitas Jokowi Tinggi, Gerindra Akui Elektabilitasnya di 'Tikung'

Sabtu, 21 April 2018 16:07 WIB

Jadi beda antara incumbent (Jokowi) dengan penantang (Prabowo).


Fadli Zon Ngaku Selalu Dimintai Kaos #2019GantiPresiden, Dibalas #2019BubarkanDPR

Sabtu, 21 April 2018 16:06 WIB

Tetapi ada yang tulis nyeleneh sendiri. Seperti ini wujudnya.


Jelang Ramadhan, Pasokan Listrik Jateng-DIY Dipastikan Aman

Sabtu, 21 April 2018 16:05 WIB

Sementara kapasitas total pembangkit terpasang di Jateng-DIY mencapai 6.295 MW.


Dirut Jasa Marga Paparkan Peranannya Dalam Bangun Bangsa di Kegiatan "PUPR Goes To Campus 2018"

Sabtu, 21 April 2018 16:04 WIB

Dalam rangka memperingati Hati Kartini, Kemen PUPR menginisiasi kegiatan "PUPR Goes To Campus 2018" di Universitas Mercu Buana


Ingin Usaha Tanpa Modal, Warung Pintar Solusinya!

Sabtu, 21 April 2018 16:04 WIB

Tidak punya modal, jangan takut. Kini ada Warung Pintar yang bisa membuat Anda punya usaha sendiri.


PKS Milad ke-20, Fahri Hamzah Malah Ungkapkan Kesedihan

Sabtu, 21 April 2018 16:02 WIB

PKS bergerak ke arah yang salah